ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bulog Pastikan Stok Beras di Sumatera Aman untuk Korban Bencana

Minggu, 28 Desember 2025 | 17:22 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat Konferensi Pers pengiriman beras premium Bulog ke Batam, Kamis, 27 November 2025.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat Konferensi Pers pengiriman beras premium Bulog ke Batam, Kamis, 27 November 2025. (Bulog/Istimewa)

Bandung, Beritasatu.com – Perum Bulog memastikan ketersediaan beras di wilayah Sumatera berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana alam. Stok tersebut disiapkan sebagai bagian dari dukungan pemerintah dalam penanganan darurat bencana di sejumlah daerah.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan cadangan beras Bulog di beberapa provinsi utama di Sumatera tergolong memadai. 

“Di Provinsi Aceh, stok beras saat ini mencapai sekitar 97.000 ton, sementara di Sumatera Utara tersedia sekitar 25.000 ton dan di Sumatera Barat sekitar 9.000 ton,” ujar Ahmad dikutip dari Antara, Minggu (28/12/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Ahmad, penyiapan cadangan beras tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan presiden untuk memperkuat dukungan logistik bagi daerah rawan bencana, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Penyaluran bantuan beras dilakukan berdasarkan permintaan resmi dari pemerintah daerah setempat, baik gubernur, bupati, maupun wali kota. Langkah ini bertujuan memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak dapat terpenuhi tanpa menimbulkan kelangkaan di wilayah lain,” lanjut Ahmad.

Untuk wilayah Sumatera, Bulog bahkan menyiapkan stok hingga tiga kali lipat dari jumlah yang diajukan pemerintah daerah. Jika permintaan awal mencapai 1.000 ton, Bulog akan menyiapkan hingga 3.000 ton sebagai langkah antisipasi.

Dalam proses distribusi, Bulog bekerja sama dengan TNI, Polri, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terutama untuk menjangkau daerah-daerah yang terdampak parah dan sulit diakses. Berbagai moda transportasi digunakan, mulai dari pesawat dan helikopter hingga kapal laut milik TNI Angkatan Laut.

Ahmad mengakui tantangan utama saat ini bukan pada ketersediaan stok, melainkan pada proses distribusi. Sejumlah wilayah masih mengalami keterbatasan akses akibat kerusakan infrastruktur dan kondisi geografis yang sulit.

Pada beberapa daerah terpencil, personel TNI bahkan harus menggunakan sepeda motor trail untuk mengangkut beras dan bantuan logistik ke permukiman warga. Bulog memastikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan selama masih terdapat masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak bencana.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan, Pemprov Gorontalo Berikan Apresiasi

Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan, Pemprov Gorontalo Berikan Apresiasi

EKONOMI
BPK Dukung Bulog Wujudkan Ketahanan Pangan melalui Swasembada dan Tata Kelola Akuntabel

BPK Dukung Bulog Wujudkan Ketahanan Pangan melalui Swasembada dan Tata Kelola Akuntabel

EKONOMI
Bulog Gelontorkan Beras SPHP dan Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Menjaga Stabilitas Harga Beras

Bulog Gelontorkan Beras SPHP dan Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Menjaga Stabilitas Harga Beras

EKONOMI
Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Tetap Salurkan Bantuan

Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Tetap Salurkan Bantuan

EKONOMI
Bulog Tetap Serap Gabah Tanpa Libur untuk Kejar Target 4 Juta Ton

Bulog Tetap Serap Gabah Tanpa Libur untuk Kejar Target 4 Juta Ton

EKONOMI
Usulan Gula Masuk Bantuan Pangan Dikaji untuk Jaga Petani Tebu

Usulan Gula Masuk Bantuan Pangan Dikaji untuk Jaga Petani Tebu

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon