Banjir Sumatera, 54 Sekolah Gelar KBM di Tenda Darurat
Senin, 29 Desember 2025 | 14:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memastikan proses pembelajaran tetap berjalan pada awal semester baru di wilayah terdampak banjir dan bencana alam di Sumatera, meskipun sebagian fasilitas pendidikan mengalami kerusakan berat. Namun, sebanyak 54 sekolah terpaksa menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) di tenda darurat karena bangunan belum dapat digunakan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan, secara keseluruhan terdapat sekitar 3.700 sekolah terdampak bencana di sejumlah provinsi di Sumatera. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.100 sekolah mengalami kerusakan berat, sementara 587 sekolah lainnya masih dalam tahap pembersihan pascabencana.
Pemerintah, kata Pratikno, telah menyiapkan berbagai langkah percepatan agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat dimulai sesuai jadwal. Seluruh proses perbaikan besar dan pembersihan ditargetkan rampung sehari sebelum semester baru, yakni pada 4 Januari 2026.
Meski demikian, masih terdapat sekolah yang belum memungkinkan untuk digunakan sehingga pembelajaran harus dilakukan di fasilitas darurat.
“Memang masih akan ada proses belajar mengajar yang dilakukan di tenda, yaitu sebanyak 54 sekolah,” ungkap Pratikno dalam konferensi pers di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
Di Provinsi Aceh, jumlah sekolah terdampak bencana tercatat mencapai 2.303 unit. Dari jumlah tersebut, 1.773 sekolah telah dinyatakan siap digunakan, sehingga tingkat pemulihan telah mencapai lebih dari 66%.
Namun, akibat kerusakan berat pada sejumlah bangunan, pemerintah menyiapkan 14 unit tenda untuk mendukung pembelajaran sementara.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat, sekitar 500 sekolah terdampak. Pratikno menyebut lebih dari 89% atau sekitar 431 sekolah telah siap digunakan, sedangkan 21 sekolah lainnya masih harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda karena mengalami kerusakan parah.
Adapun di Provinsi Sumatera Utara, dari 981 sekolah terdampak, sebanyak 933 sekolah atau lebih dari 95% telah siap digunakan. Namun, akibat kerusakan total pada 19 sekolah, kegiatan pembelajaran pada 5 Januari 2026 masih akan berlangsung di tenda darurat.
Pratikno menegaskan, prinsip utama pemerintah adalah memastikan hak anak untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi, seiring dengan proses pemulihan fasilitas pendidikan yang terus dilakukan.
“Jadi, intinya proses pembelajaran jalan, tetapi moda untuk faslitas pembelajaran itu berviariasi. Kemendikdasmen sudah turun di lapangan menjamin bahwa bahkan di tenda pun dengan segala kedaruratan, proses pembelajaran akan berlangsung semaksimal mungkin,” tutur Pratikno.
Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah juga melibatkan relawan dalam proses pembersihan sekolah serta menyalurkan bantuan biaya pembersihan hingga maksimal Rp 20 juta per sekolah, disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing.
Selain tenda, pemerintah turut memanfaatkan fasilitas alternatif sebagai ruang belajar sementara.
“Kita juga memanfaatkan, bukan hanya tenda. Misalnya, di Kota Padang, kita malah ada puskesmas cukup besar sehingga berbagi tempat, tanpa mengurangi kualitas layanan di puskesmas,” jelasnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah menargetkan proses pembelajaran dapat berlangsung seoptimal mungkin sambil menunggu perbaikan infrastruktur pendidikan di wilayah terdampak bencana.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




