Datang dari Malaysia, Relawan Kemenkes di Aceh Sempat Dikira Tim Asing
Rabu, 7 Januari 2026 | 18:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan ratusan relawan berbaju biru yang tiba di lokasi bencana di Aceh dan sempat dikira berasal dari Malaysia. Menanggapi kabar tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, relawan tersebut bukan dari Malaysia, melainkan relawan Indonesia yang tergabung dalam tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Menurut Budi, relawan berbaju biru itu merupakan bagian dari tim medis dan relawan Kemenkes yang dikirim untuk membantu penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Aceh. Pemerintah telah memberangkatkan relawan batch pertama sekitar 400 orang pada pekan ketiga dan keempat Desember 2025.
"Jadi sempat viral karena dibilang relawan pakai baju biru, datangnya pakai baju biru dari Malaysia. Wah ini relawan Malaysia datang, tetapi bukan, itu adalah relawan kita (tim Kemenkes)," kata Menkes Budi, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga: Kemenkes Kirim Ratusan Relawan Medis ke Aceh
Budi menjelaskan, keberangkatan relawan melalui Malaysia dilakukan semata-mata karena pertimbangan logistik dan efisiensi biaya. Saat itu, penerbangan langsung dari Jakarta ke Medan penuh dan harga tiket dinilai sangat mahal. Oleh karena itu, rute perjalanan dialihkan dengan transit di Kuala Lumpur (KL) sebelum menuju Medan atau langsung ke Aceh.
"Karena pesawat Jakarta hingga Medan penuh dan mahal, akhirnya kita belokkan dahulu ke KL, lalu masuk ke Medan atau ke Aceh. Opsinya memang jadi lebih jauh, tetapi jauh lebih murah," tuturnya.
Baca Juga: Kemenkes: Masalah Gigi dan Mulut Masuk Top 5 Penyakit di Program CGK
Budi menambahkan, pemerintah saat ini melakukan penanganan bencana alam dengan mengacu pada pembelajaran saat pandemi Covid-19, sehingga sistem penanganan di wilayah terdampak bencana di Sumatera dilakukan secara lebih terstruktur dan sistematis.
Relawan batch pertama yang berjumlah sekitar 400 orang diberangkatkan dari Jakarta dengan transit di Kuala Lumpur sebelum melanjutkan perjalanan ke Aceh. Selanjutnya, para relawan tersebut disebar ke berbagai kabupaten dan kota, termasuk wilayah yang tergolong sulit dijangkau seperti Gayo Lues, Bener Meriah, dan Takengon di Provinsi Aceh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




