78 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Akibat Banjir Lintas Utara
Senin, 19 Januari 2026 | 12:30 WIB
Cirebon, Beritasatu.com - Banjir yang melanda wilayah Pekalongan dan Jabodetabek masih berdampak signifikan terhadap operasional perjalanan kereta api di jalur utara Pulau Jawa. Hingga Senin (19/1/2026) siang, tercatat 78 perjalanan kereta api dibatalkan akibat genangan air yang mengganggu sejumlah titik lintasan rel.
Gangguan operasional ini terutama terjadi di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta, yang menjadi bagian penting dari lintas utara jalur kereta api nasional. Genangan air di sekitar rel memaksa PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan pembatalan demi menjaga keselamatan perjalanan.
Meski demikian, terdapat perkembangan positif. Sebanyak tujuh perjalanan kereta api yang sebelumnya dialihkan memutar melalui jalur selatan, kini telah kembali melintas di jalur utara. Namun, perjalanan masih dilakukan dengan kecepatan terbatas, khususnya saat melintasi titik-titik rel yang sebelumnya tergenang air.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengatakan, pembatalan perjalanan kereta api terjadi secara bertahap sejak akhir pekan lalu seiring meningkatnya dampak banjir.
Pada Sabtu (17/1/2026), tercatat enam perjalanan kereta api dibatalkan. Jumlah tersebut meningkat signifikan pada Minggu (18/1/2026) dengan 47 perjalanan dibatalkan, dan kembali bertambah 25 perjalanan pada Senin.
“Sejak Sabtu hingga Senin pagi, ada 78 perjalanan kereta api yang dibatalkan. Sementara itu, tujuh kereta yang sempat dialihkan ke jalur selatan kini sudah kembali melintas jalur biasa karena lintasan di Daop 4 Semarang mulai bisa dilalui, meskipun dengan kecepatan terbatas,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang akibat pembatalan, KAI Daop 3 Cirebon menyiapkan skema pengalihan moda transportasi. Pada Senin dini hari, sebanyak 11 armada bus, terdiri dari bus besar dan minibus dikerahkan untuk mengangkut ratusan penumpang dari sembilan kereta api yang terhenti di Stasiun Cirebon.
Sebanyak delapan bus membawa sekitar 400 penumpang menuju Stasiun Brebes, Tegal, dan Pekalongan. Sementara itu, 144 penumpang lainnya diangkut menggunakan tiga bus menuju stasiun-stasiun di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Gangguan perjalanan ini memicu keluhan dari sejumlah penumpang, terutama mereka yang memiliki agenda penting di kota tujuan. Salah seorang penumpang tujuan Semarang, Moch Mufti mengaku harus menyesuaikan kembali jadwal kegiatannya akibat keterlambatan perjalanan.
Meski demikian, sebagian besar penumpang memilih bersikap legawa dan memahami kondisi tersebut. Mereka menyadari bahwa genangan air di lintasan rel berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api jika tetap dipaksakan beroperasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




