Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Bahlil: Hak Prerogatif Presiden
Senin, 26 Januari 2026 | 15:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang belakangan kembali mencuat. Ia menegaskan, pengangkatan maupun pemberhentian menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Bahlil, para menteri pada dasarnya hanya bertugas sebagai pembantu presiden untuk memastikan seluruh program pemerintahan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Kita itu sebagai menteri kan pembantu presiden,” ungkap Bahlil saat ditemui di kawasan Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Bahlil juga memberikan jawaban serupa ketika ditanya mengenai isu reshuffle yang menyebut namanya masuk dalam daftar menteri yang akan digeser. Bahkan, beredar spekulasi yang menyebutkan Bahlil berpotensi menempati posisi menteri koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan (menko PMK) atau menteri koordinator perekonomian.
Isu perombakan kabinet sendiri dikabarkan akan berlangsung pada Februari 2026. Menanggapi hal tersebut, Bahlil kembali menegaskan, keputusan reshuffle sepenuhnya berada di tangan kepala negara.
“Yang namanya pembantu presiden, mengangkat, memberhentikan menteri itu adalah hak prerogatif presiden,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga membantah isu Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. Prasetyo menyebut hingga saat ini tidak ada pembahasan maupun rencana resmi terkait reshuffle kabinet.
“Reshuffle? Reshuffle apa? Belum ada,” kata Prasetyo menjawab pertanyaan wartawan seusai menghadiri rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Prasetyo menepis berbagai spekulasi yang menyebut Presiden Prabowo tengah mengevaluasi posisi para pembantunya di kabinet dalam waktu dekat. Menurutnya, pemerintahan masih fokus menjalankan agenda dan program prioritas nasional.
Diketahui, sejak dilantik sebagai presiden, Prabowo Subianto telah melakukan reshuffle kabinet sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 1 tahun. Terdapat 17 pejabat yang diganti dalam tiga gelombang perombakan tersebut.
Reshuffle pertama dilakukan pada 19 Februari 2025 dengan mengganti Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi, Soemantri Brojonegoro dengan Brian Yuliarto.
Perombakan kedua terjadi pada 8 September 2025 yang mencakup pergantian Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Purbaya Yudhi Sadewa, sekaligus pembentukan Kementerian Haji dan Umrah.
Sementara itu, pada reshuffle jilid ketiga, Presiden Prabowo melantik 11 pejabat setingkat menteri hingga kepala lembaga di Istana Negara pada Rabu, 19 Juli 2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




