ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tragedi Siswa NTT dan MBG Disorot, Guru Honorer Gugat APBN 2026 ke MK

Sabtu, 14 Februari 2026 | 05:50 WIB
S
S
Penulis: Sukarjito | Editor: JTO
Gedung Mahkamah Konstitusi.
Gedung Mahkamah Konstitusi. (Antara/Galih Pradipta)

Jakarta, Beritasatu.com - Seorang guru honorer Reza Sudrajat dari Karawang, Jawa Barat menggugat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Permohonan tersebut disampaikan dalam sidang pendahuluan Perkara Nomor 55/PUU-XXIV/2026 yang dipimpin Ketua MK Suhartoyo.

Reza menyoroti dana pendidikan yang diklaim 20% APBN ternyata tersedot untuk program makan bergizi gratis (MBG). Ironisnya, akibat anggaran pendidikan dicurangi, sehingga seorang siswa SD di NTT mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

"Ini menjadi tamparan keras bagi perhatian negara terhadap hak belajar dan kesejahteraan anak," ujar Reza saat menyampaikan gugatannya di hadapan majelis hakim MK, seperti dilansir dalam risalah sidang, Sabtu (14/2/2026).

ADVERTISEMENT

Reza menambahkan, ketimpangan ini berdampak nyata di lapangan, sehingga fasilitas sekolah minim, laboratorium rusak, buku kurang, dan guru honorer harus mengajar di tiga tempat sekaligus.

“Jutaan guru honorer gagal diangkat jadi PPPK karena ruang fiskal tersedot untuk MBG,” kata Reza.

Lebih mengharukan, Reza menyentil tragedi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Seorang siswa SD mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, kasus yang ia sebut sebagai tamparan keras bagi negara.

“Negara sibuk mengalokasikan ratusan triliun untuk mengenyangkan perut siswa, tetapi abai pada pendidikan seutuhnya yang mengenyangkan jiwa mereka,” ujarnya.

Guru honorer ini memohon agar MK menegakkan konstitusi pendidikan, memastikan alokasi 20% APBN benar-benar diperuntukkan bagi pendidikan. “Izinkan saya menggunakan analogi sederhana, seperti ember pendidikan harus diisi air murni 20%, bukan air keruh campuran belanja lain,” tegas Reza.

Sidang akan berlanjut untuk membahas permohonan uji materiel ini dengan harapan keputusan MK bisa memberi kepastian bagi guru honorer dan kualitas pendidikan anak bangsa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ironi Anak Bunuh Diri di NTT

Ironi Anak Bunuh Diri di NTT

B-PLUS
Bupati Ngada Ancam Sekolah yang Pungut Biaya dari Siswa

Bupati Ngada Ancam Sekolah yang Pungut Biaya dari Siswa

NUSANTARA
Wisata Wae Pana Meze Ngada, Relaksasi Alami di Jantung Flores

Wisata Wae Pana Meze Ngada, Relaksasi Alami di Jantung Flores

NUSANTARA
Tragedi YB Jadi Pengingat Kemanusiaan, Gubernur NTT: Terima Kasih Media

Tragedi YB Jadi Pengingat Kemanusiaan, Gubernur NTT: Terima Kasih Media

NASIONAL
Menteri PPPA Jamin Kedua Kakak Korban Anak NTT Mendapat Hak Pendidikan

Menteri PPPA Jamin Kedua Kakak Korban Anak NTT Mendapat Hak Pendidikan

NASIONAL
Mengaku Prihatin, Jusuf Kalla Soroti Kasus Siswa SD Bunuh Diri di NTT

Mengaku Prihatin, Jusuf Kalla Soroti Kasus Siswa SD Bunuh Diri di NTT

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon