Strategi Pemerintah Amankan Kapal RI di Selat Hormuz Iran
Minggu, 29 Maret 2026 | 16:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan kapal-kapal nasional dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman di tengah dinamika kawasan Teluk Persia.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dwi Anggia, menyampaikan pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan instansi terkait.
“Kami memastikan pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz berjalan aman dan lancar. Tidak hanya muatan, keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl A Mulachela, mengungkapkan pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran telah melakukan komunikasi intensif dengan otoritas di Iran.
Menurutnya, koordinasi tersebut telah mendapat respons positif dan kini tengah ditindaklanjuti dalam aspek teknis serta operasional. Dari sisi korporasi, PT Pertamina (Persero) juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah.
Anak usahanya, Pertamina International Shipping (PIS), saat ini tengah menyiapkan berbagai aspek teknis dan administratif. Dua kapal yang akan melintasi Selat Hormuz adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan keselamatan awak kapal dan keamanan muatan menjadi prioritas utama. “Prioritas kami adalah keselamatan seluruh awak kapal serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon dukungan masyarakat agar proses ini berjalan lancar,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan energi nasional. Salah satunya melalui diversifikasi sumber impor minyak mentah dan BBM dari kawasan selain Timur Tengah.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memperluas sumber pasokan energi dari berbagai negara. Sepanjang 2025, Indonesia mengimpor sekitar 135,33 juta barel minyak mentah. Dari jumlah tersebut, sekitar 19% atau 25,36 juta barel berasal dari Arab Saudi.
Sementara sisanya dipasok dari berbagai kawasan seperti Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, hingga negara lainnya. Indonesia juga memiliki kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk pasokan BBM.
Melalui langkah koordinasi dan diversifikasi ini, pemerintah berharap keamanan pelayaran serta stabilitas pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




