3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kasad Maruli: Putra Terbaik Bangsa
Minggu, 5 April 2026 | 05:49 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Ketiganya merupakan bagian dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Maruli menegaskan, para prajurit yang gugur adalah putra-putra terbaik bangsa yang telah melalui seleksi ketat sebelum ditugaskan dalam misi internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan seusai prosesi pelepasan jenazah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Sabtu (4/4/2026). Dalam suasana duka, ia menyebut kepergian ketiga prajurit menjadi kehilangan besar bagi TNI Angkatan Darat dan bangsa Indonesia.
Menurut Maruli, para prajurit yang tergabung dalam misi perdamaian PBB dipilih berdasarkan kemampuan, dedikasi, serta integritas tinggi untuk mewakili Indonesia di wilayah konflik.
Keberangkatan mereka merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan global melalui partisipasi aktif dalam misi perdamaian dunia.
Selain menyampaikan belasungkawa, Maruli juga menjelaskan bahwa setiap prajurit yang bertugas di wilayah konflik, termasuk dalam misi UNIFIL Lebanon, telah dibekali standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
Ia memastikan seluruh personel mendapatkan pelatihan dan instruksi terperinci terkait keselamatan, mulai dari perlindungan di bunker, prosedur evakuasi, hingga koordinasi dengan komando pasukan perdamaian.
Menurutnya, prosedur tersebut menjadi bagian penting dalam meminimalkan risiko selama menjalankan tugas di daerah konflik yang dinamis.
Maruli juga mengimbau keluarga prajurit yang masih bertugas di Lebanon agar tidak diliputi kekhawatiran berlebihan. Ia menegaskan, seluruh personel telah memahami langkah-langkah pengamanan dalam setiap situasi.
Meski demikian, ia mengakui bahwa risiko dalam misi perdamaian tidak dapat dihindari sepenuhnya, mengingat kondisi keamanan di wilayah konflik dapat berubah sewaktu-waktu.
“TNI telah berupaya maksimal untuk memastikan perlindungan setiap prajurit yang bertugas di luar negeri,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto turut melepas tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi PBB tersebut di VIP Lounge Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Suasana haru menyelimuti prosesi persemayaman. Tangis keluarga pecah saat tiga peti jenazah yang dibalut bendera merah putih disejajarkan sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Sejumlah anggota keluarga tampak memeluk peti jenazah, sementara petugas TNI berupaya menenangkan mereka sebelum mengikuti rangkaian upacara militer.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyapa dan menyalami keluarga prajurit, serta memberikan penghormatan terakhir sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka kepada negara.
Adapun tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.
Ketiganya kemudian mendapatkan kenaikan pangkat anumerta sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian mereka.
Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung, dan Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ikhwan dimakamkan di TMP Giri Dharmoloyo II, Magelang. Sementara itu, Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon dimakamkan di TMP Giripeni, Kulon Progo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




