ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sampah Roket China Jatuh ke RI, Ini Bahayanya

Kamis, 9 April 2026 | 08:51 WIB
CN
HH
Penulis: Chandra Adi Nurwidya | Editor: HP
Warga di sejumlah wilayah di Lampung dihebohkan dengan penampakan benda langit bercahaya yang diduga meteor, Sabtu malam, 4 April 2026.
Warga di sejumlah wilayah di Lampung dihebohkan dengan penampakan benda langit bercahaya yang diduga meteor, Sabtu malam, 4 April 2026. (Istimewa)

Yogyakarta, Beritasatu.com - Fenomena jatuhnya sampah antariksa kembali terjadi di Indonesia. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengonfirmasi bahwa objek terang yang terlihat di langit Lampung dan Banten merupakan bagian dari roket China tipe CZ-3B.

Peristiwa ini sempat menghebohkan warga, terutama di wilayah Lampung, pada Sabtu (4/4/2026) malam. Objek bercahaya tersebut tampak melintas di langit sebelum terpecah menjadi beberapa bagian dan akhirnya menghilang.

Berdasarkan data BRIN, roket CZ-3B R/B milik China diketahui mengorbit bumi sejak 4 April 2026 sebelum akhirnya memasuki atmosfer dan jatuh ke wilayah Indonesia.

ADVERTISEMENT

Menanggapi kejadian tersebut, Dosen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Dwi Satya Palupi mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman sampah antariksa.

“Jadi, perlu ada tim khusus yang memantau sampah-sampah dari luar angkasa yang mungkin akan jatuh nanti di daerah Indonesia,” jelasnya, Rabu (8/4/2026).

Menurut Dwi, pergerakan sampah antariksa sebenarnya dapat diprediksi melalui berbagai aplikasi pemantauan benda luar angkasa. Namun, ia menilai Indonesia perlu mengembangkan sistem pemantauan secara mandiri guna meningkatkan kesiapsiagaan.

“Kalau aplikasi itu belum ada, mestinya memang Indonesia harus mulai membuat aplikasi semacam itu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, benda antariksa yang memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi akan tampak berpijar akibat gesekan, sehingga sering disalahartikan sebagai meteor atau bintang jatuh oleh masyarakat.

Dwi juga menekankan potensi bahaya jika sampah antariksa jatuh di wilayah padat penduduk. Risiko terhadap keselamatan manusia dan kerusakan infrastruktur dinilai tidak bisa diabaikan.

“Karena jika kejadiannya jatuh ke rumah penduduk, tentu akan sangat membahayakan,” imbuhnya.

Dalam kasus terbaru, sampah antariksa dilaporkan jatuh ke laut. Meskipun demikian, ia mengingatkan dampaknya tetap berisiko terhadap ekosistem laut, termasuk bagi biota yang hidup di dalamnya.

“Bisa menimbulkan bahaya bagi makhluk hidup yang ada di laut meskipun terdapat pula bahaya lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dwi mengingatkan bahwa meningkatnya aktivitas peluncuran roket di dunia berpotensi memperbesar risiko jatuhnya sampah antariksa ke bumi. Tanpa pengelolaan yang baik, ancaman terhadap permukiman, fasilitas publik, hingga lingkungan akan semakin serius.

Sebagai langkah jangka panjang, ia menekankan pentingnya kerja sama global dalam mengurangi sampah antariksa. Perusahaan dan negara peluncur roket didorong untuk lebih bertanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BRIN Jelaskan Fenonema Jejak Cahaya Roket China di Langit Indonesia

BRIN Jelaskan Fenonema Jejak Cahaya Roket China di Langit Indonesia

OTOTEKNO
Top News: Dari Arsenal Masuki Masa Sulit hingga Roket China di Lampung

Top News: Dari Arsenal Masuki Masa Sulit hingga Roket China di Lampung

SPORT
Bukan Rudal Iran, ITERA: Benda Langit di Lampung Ternyata Roket China

Bukan Rudal Iran, ITERA: Benda Langit di Lampung Ternyata Roket China

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon