Gus Ipul Siswa Sekolah Rakyat Tembus 100.000
Sabtu, 18 April 2026 | 21:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan pemerintah akan memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat dengan target penerima manfaat meningkat signifikan hingga melampaui 100.000 siswa pada 2027.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan pada 2026 jumlah peserta ditargetkan menembus lebih dari 30.000 siswa. Jika ditambah sekitar 15.000 siswa dari tahun ajaran sebelumnya, total penerima manfaat pada akhir 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 46.000 siswa.
“Pemerintah akan terus memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat. Tahun ini target kita menembus 30.000 siswa, dan tahun depan kita tingkatkan menjadi lebih dari 100.000 siswa,” ujar Gus Ipul dilansir dari Antara, Sabtu (18/4/2026).
Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurut Saifullah, program prioritas arahan Presiden Prabowo Subianto tersebut menyasar anak-anak yang telah putus sekolah atau berisiko tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Mereka dipersiapkan menjadi agen perubahan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa. Melalui program ini, anak-anak mendapatkan peluang perubahan melalui pendidikan terpadu,” ujarnya.
Untuk mendukung peningkatan jumlah siswa, pemerintah menyiapkan pembangunan gedung permanen di lebih dari 100 titik pada tahun ini.
Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki minimal satu Sekolah Rakyat permanen dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa untuk jenjang SD hingga SMA.
Kementerian Sosial juga memastikan proses seleksi penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027 telah dimulai seiring pembangunan infrastruktur pendidikan di berbagai daerah.
“Persiapan sudah dimulai sejak Februari untuk proses seleksi siswa baru, mulai dari SD, SMP, hingga SMA,” katanya.
Gus Ipul menambahkan, para siswa tidak hanya memperoleh pendidikan formal berbasis learning management system (LMS), tetapi juga pembinaan karakter melalui sistem berasrama.
“Hasilnya mulai terlihat. Mereka lebih percaya diri, memiliki minat dan tekad di bidang tertentu, serta memiliki kesadaran untuk memanfaatkan kesempatan agar menjadi generasi berilmu dan berkarakter,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




