ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung Periksa Tiga Purnawirawan Jenderal TNI

Selasa, 8 Februari 2022 | 10:46 WIB
MR
JS
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: JAS
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (ANTARA)

Jakarta, Beritasatu.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa tiga saksi untuk menelusuri perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan satelit slot orbit 123° Bujur Timur (BT) di Kementerian Pertahanan (Kemhan). Diketahui, tiga saksi yang diperiksa merupakan purnawirawan jenderal TNI.

Pemeriksaan dilakukan oleh oleh tim jaksa penyidik dari Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) kemarin. Saksi pertama yang diperiksa Kejagung adalah Laksamana Madya TNI (Purn) AP yang merupakan mantan Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan, Kemhan.

"Diperiksa terkait proses penyelamatan slot orbit 123° Bujur Timur, keikutsertaan dalam Operator Review Meeting (ORM VXII Pertama dan Kedua) di London, serta Kontrak Sewa Satelit Floater dengan Avanti Communication Limited," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangannya, Senin (7/2/2022) kemarin.

Baca Juga: Korupsi Satelit Kemenhan, Kejagung Hanya Usut Pihak Sipil

ADVERTISEMENT

Saksi kedua yang diperiksa Kejagung yakni Laksamana Muda TNI (Purn) L selaku mantan Kepala Pusat Pengadaan pada Badan Sarana Pertahanan, Kemhan. Dia diperiksa terkait proses penyelamatan slot orbit 123° BT, khusus Kontrak Pengadaan Satelit L-Band dengan Air Bus, pengadaan Ground Segment dengan Navayo maupun jasa konsultasi dengan Hogen Lovells, Détente, serta Telesat.

Saksi ketiga yang diperiksa yaitu Laksamana Pertama TNI (Purn) L yang juga merupakan mantan Kepala Pusat Pengadaan pada Badan Sarana Pertahanan, Kemhan.

"Diperiksa terkait proses penyelamatan slot orbit 123° BT, khusus Kontrak Pengadaan Satelit L-Band dengan Air Bus, pengadaan Ground Segment dengan Navayo maupun jasa konsultasi dengan Hogen Lovells, Détente, dan Telesat," ungkap Leonard.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jaksa Bongkar Skema Kejahatan Kerah Putih dalam Kasus Nadiem Makarim

Jaksa Bongkar Skema Kejahatan Kerah Putih dalam Kasus Nadiem Makarim

NASIONAL
Sebut Nilai IPO GOTO, Nadiem Bantah Rp 4,87 T Hasil Korupsi

Sebut Nilai IPO GOTO, Nadiem Bantah Rp 4,87 T Hasil Korupsi

NASIONAL
Jaksa Agung Serahkan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara

Jaksa Agung Serahkan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara

NASIONAL
Jaksa Agung Laporkan Penyerahan Rp 10,27 Triliun ke Negara

Jaksa Agung Laporkan Penyerahan Rp 10,27 Triliun ke Negara

NASIONAL
Penyerahan Denda Rp 10,2 T, Prabowo: Ini Bukan Seremoni tetapi Bukti

Penyerahan Denda Rp 10,2 T, Prabowo: Ini Bukan Seremoni tetapi Bukti

NASIONAL
Bos PT TSHI Jadi Tersangka Penyuap Ketua Ombudsman Hery Susanto

Bos PT TSHI Jadi Tersangka Penyuap Ketua Ombudsman Hery Susanto

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon