Misteri Pencurian Benda Seni Terbesar Mulai Terungkap

Selasa, 19 Maret 2013 | 18:53 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Karya Rembrandt yang dicuri: Storm on the Sea of Galilee
Karya Rembrandt yang dicuri: Storm on the Sea of Galilee (Istimewa)

Boston - Badan penyidik federal Amerika Serikat (FBI) mengaku telah memecahkan misteri puluhan tahun tentang siapa yang mencuri benda-benda seni senilai US$ 500 juta (Rp 4,8 triliun) dari Isabella Stewart Gardner Museum, Boston.

Pada peringatan 23 tahun pencurian tersebut Senin malam waktu setempat, (Selasa 19/3 WIB), FBI mengatakan para pencuri adalah anggota organisasi kriminal di New England dan beberapa negara bagian lain. Namun identitas para pencuri itu masih dirahasiakan.

Namun satu hal yang belum bisa dipecahkan FBI adalah: di mana lukisan-lukisan itu berada sekarang?

Karena itulah fokus penyidikan sekarang berubah dari menangkap para pencuri ke pengembalian karya-karya berharga itu, termasuk lukisan oleh Rembrandt, Manet, Degas dan Vermeer.

"Tujuan utamanya sekarang adalah menemukan dan memulangkan lukisan-lukisan itu," kata jaksa Carmen Ortiz dalam sebuah jumpa pers di markas FBI di Boston.

Pada 18 Maret 1990, lepas tengah malam, dua pria berseragam polisi beraksi melakukan pencurian benda seni yang terbesar dalam sejarah Amerika dilihat dari nilai kerugiannya, dan menggondol 13 karya seni dalam waktu 81 menit.

Selama lebih dari dua dasawarsa, FBI telah mengikuti berbagai petunjuk di seluruh dunia dan akhirnya mulai mendapatkan kemajuan dalam beberapa tahun terakhir sehingga sekarang mereka yakin sudah mendapatkan identitas para pencuri.

Pejabat FBI Richard DesLauriers mengatakan pihaknya yakin karya seni itu dibawa ke Connecticut dan Philadelphia beberapa tahun setelah pencurian dan ditawarkan untuk dijual di Philadelphia sekitar satu dekade lalu.

Setelah itu, FBI tak tahu lagi apa yang terjadi pada keseluruhan karya seni itu, kata DesLauriers.

Dia berulangkali menukas pertanyaan wartawan soal identitas pencuri karena kalau diungkapkan akan mengganggu penyidikan yang masih berlangsung. Dia juga menolak menjawab apakah mereka sudah dipenjara dengan tuduhan lain atau mereka masih hidup atau sudah meninggal.

Tahun lalu, seorang jaksa federal di Connecticut mengatakan FBI mencurigai warga Connecticut bernama Robert Gentile terlibat dalam pencurian itu.

Gentile, 76, tidak terkena tuduhan namun pada persidangan November mengaku bersalah dalam kasus penjualan senjata dan narkoba.

Pihak pengacara dia mengatakan Gentile pernah bersaksi di depan juri kalau dia tidak tahu-menahu soal pencurian itu, namun memang kenal dengan beberapa orang yang menurut FBI juga terlibat.

Lukisan-lukisan yang dicuri termasuk "The Concert" karya Johannes Vermeer; dan tiga lukisan karya Rembrandt, "A Lady and Gentleman in Black", "Self-Portrait" dan "Storm on the Sea of Galilee".

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon