Deltomed Gandeng Kimia Farma dalam Riset dan Bahan Baku Obat
Sabtu, 31 Agustus 2013 | 23:30 WIB
Jakarta - PT Deltomed Laboratories menandatangi Nota Kesepahaman Bersama dengan PT Kimia Farma (Persero) Tbk dalam hal budidaya tanaman obat, riset, proses pengembangan produksi, dan ritel/penjualan produk dan jasa.
Kerjasama strategis diantara dua perusahaan farmasi terbesar di Indonesia ini, bertujuan untuk menuju kemandirian Indonesia dalam hal penyediaan bahan baku obat herbal.
Nota Kesepahaman Bersama ini ditandatangani oleh Drs Nyoto Wardoyo, Apt., Direktur Utama PT Deltomed Laboratories, dan Drs Rusdi Rosman, MBA, Apt. Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk, dan berlaku untuk jangka waktu tiga tahun sejak penandatangan.
Sebagai tahap awal, kesepahaman ini akan tertuang dalam bidang riset berupa pelaksanaan riset bersama Deltomed dan Kimia Farma untuk meneliti efektifitas dan efikasi bahan aktif herbal Indonesia.
Sementara untuk bidang pembudidayaan tanam herbal, dilakukan dalam bentuk pemanfaatan lahan Kimia Farma, untuk penanaman tanaman herbal yang akan digunakan untuk memasok kebutuhan Deltomed, diawali dengan penanaman jahe.
Selain itu, dalam bidang proses pengembangan produksi, akan dilakukan studi banding dan pengembangan bersama proses produksi, termasuk dukungan Deltomed dengan mengalihkan sebagian mesin produksinya kepada Kimia Farma.
Terakhir, untuk bidang distribusi akan ada pemanfaatan jaringan distribusi apotek Kimia Farma untuk memasarkan produk Deltomed.
"Penandatangan nota kesepahaman ini, menjadi momen strategis yang penting dalam sejarah perkembangan kedua perusahaan." kata Drs Rusdi Rosman, MBA, Apt., Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk dalam rilis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Sabtu (31/8).
Kimia Farma, kata Rusdi, menyambut baik kerja sama yang dilakukan oleh Deltomed. Pihaknya berharap sinergi yang dilakukan oleh kedua belah pihak dapat saling melengkapi serta menguatkan kemampuan masing-masing perusahaan.
"Kimia Farma saat ini juga ingin memperkuat divisi obat herbalnya tentu dapat belajar banyak dari Deltomed, sementara kekuatan Kimia Farma di bidang distribusi dan ketersediaan lahan dapat membantu Deltomed untuk lebih meningkatkan produksi serta memperluas jangkauan dalam memasarkan produknya sekaligus mempromosikan penggunaan obat herbal di masyarakat," tambah dia.
Dalam kesempatan yang sama, Mulyo Rahardjo, Managing Director PT Deltomed Laboratories mengatakan, sebagai perusahaan farmasi nasional berbasis herbal yang konsisten mengembangkan obat herbal produksi Indonesia, Deltomed selalu berupaya untuk meningkatkan kemandirian Indonesia terutama dalam bahan baku obat herbal.
"Hal inilah yang mendorong Deltomed sebagai produsen obat herbal nasional untuk melakukan terobosan, salah satunya dengan bermitra dengan Kimia Farma," imbuhnya.
Sementara itu, Drs Nyoto Wardoyo, Apt., Direktur Utama PT Deltomed Laboratories mengatakan, pihak Deltomed merasa terhormat dapat bekerja sama dengan Kimia Farma dalam rangka mewujudkan cita cita menjadikan Indonesia mandiri di bidang penyediaan bahan baku obat herbal.
"Indonesia mempunyai peluang yang sangat besar di bidang ini, mengingat kita memiliki sumber daya yang sangat kaya. Sedangkan teknologi bisa kita datangkan agar proses produksi tidak perlu dilakukan lagi di luar negeri sehingga dapat menekan biaya."
"Dengan demikian, nantinya bila dunia ingin mencari bahan baku obat herbal, maka mereka akan merujuk ke Indonesia, khususnya pada Deltomed dan Kimia Farma," tandas Nyoto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




