Kaki Luka
Sulitnya Jadi Model Peragaan Busana
Jumat, 14 Oktober 2011 | 16:52 WIB
Menjalani profesi model tidak selalu menyenangkan dan glamor. Bahkan, kadang harus menahan sakit dan luka-luka.
Setidaknya, begitu yang terlihat pada beberapa kaki model yang berjalan di runway Fashion Week di New York, London, Milan, dan Paris.
Luka-luka, lebam, lecet, dan memar pada tumit, belakang kaki, dan pergelangan kaki beberapa model terlihat akibat pemaksaan penggunaan sepatu-sepatu dengan ukuran yang salah dan bentuk sepatu yang tidak nyaman.
Salah satu model, Crystal Copland, yang membuka peragaan Louis Vuitton di Paris mengatakan, ajang-ajang di 4 lokasi peragaan Fashion Week dunia itulah hari-hari terberat untuk kesehatan mereka.
Bukan hanya lelah, tetapi sakit akibat deraan pemaksaan juga terjadi.
"Berbeda dari tempat asal saya, Australia, show di New York selalu memaksa saya untuk terus belajar berjalan seperti yang mereka ingini. Mereka selalu memaksa saya untuk berjalan lebih cepat, lebih cepat, dan lebih cepat lagi," kata Copland, seperti dikutip dari WWD.
Bukan hanya masalah sakit dan luka di kaki, rasa sakit pada rambut juga dirasa para model-model internasional itu.
"Saya sudah kehilangan begitu banyak rambut karena saat penataan rambut sering ditarik dan terjambak. Sekarang rambut saya jadi sangat tipis. Tetapi, saya rasa, akan tumbuh kembali," ujarnya.
Untuk membuat diri terus bersemangat, Copland menguatkan diri dengan mengatakan kepada diri sendiri, rambutnya akan tumbuh kembali dan ini adalah "harga yang harus dibayar" untuk menjadi model.
"Para model tahu, kaki mereka akan merana selama pagelaran. Kebanyakan sepatu yang dikenakan oleh para model adalah sepatu ukuran sample. Seperti pakaian, ukuran sample adalah ukuran kecil. Jika ukuran kaki model tidak kecil, maka ada kemungkinan mereka harus mengenakan sepatu dengan ukuran
Setidaknya, begitu yang terlihat pada beberapa kaki model yang berjalan di runway Fashion Week di New York, London, Milan, dan Paris.
Luka-luka, lebam, lecet, dan memar pada tumit, belakang kaki, dan pergelangan kaki beberapa model terlihat akibat pemaksaan penggunaan sepatu-sepatu dengan ukuran yang salah dan bentuk sepatu yang tidak nyaman.
Salah satu model, Crystal Copland, yang membuka peragaan Louis Vuitton di Paris mengatakan, ajang-ajang di 4 lokasi peragaan Fashion Week dunia itulah hari-hari terberat untuk kesehatan mereka.
Bukan hanya lelah, tetapi sakit akibat deraan pemaksaan juga terjadi.
"Berbeda dari tempat asal saya, Australia, show di New York selalu memaksa saya untuk terus belajar berjalan seperti yang mereka ingini. Mereka selalu memaksa saya untuk berjalan lebih cepat, lebih cepat, dan lebih cepat lagi," kata Copland, seperti dikutip dari WWD.
Bukan hanya masalah sakit dan luka di kaki, rasa sakit pada rambut juga dirasa para model-model internasional itu.
"Saya sudah kehilangan begitu banyak rambut karena saat penataan rambut sering ditarik dan terjambak. Sekarang rambut saya jadi sangat tipis. Tetapi, saya rasa, akan tumbuh kembali," ujarnya.
Untuk membuat diri terus bersemangat, Copland menguatkan diri dengan mengatakan kepada diri sendiri, rambutnya akan tumbuh kembali dan ini adalah "harga yang harus dibayar" untuk menjadi model.
"Para model tahu, kaki mereka akan merana selama pagelaran. Kebanyakan sepatu yang dikenakan oleh para model adalah sepatu ukuran sample. Seperti pakaian, ukuran sample adalah ukuran kecil. Jika ukuran kaki model tidak kecil, maka ada kemungkinan mereka harus mengenakan sepatu dengan ukuran
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




