Dengan Transplantasi "Complicated LDKT" Siapapun Bisa Mendonorkan Ginjalnya
Senin, 16 September 2013 | 09:30 WIB
Jakarta - Selama ini pasien yang ingin melakukan transplantasi memiliki kendala utama yaitu pencarian donor organ yang cocok dengan tubuhnya. Namun dengan adanya transplantasi ginjal Complicated LDKT, proses pencarian donor lebih mudah karena siapapun bisa mendonorkan ginjalnya, baik dari keluarga maupun orang yang tidak memiliki pertalian darah pun bisa menjadi pendonor.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dr Lye Wai Choong seorang ahli transplantasi ginjal dari Mount Elizabeth Medical Centre dan ParkwayHealth. Menurutnya, ginjal yang berasal dari donor hidup atau yang sering disebut dengan Living Donor Kidney Transplant (LDKT) cenderung memiliki jangka hidup yang lebih panjang.
Beberapa keuntungan yang diperoleh ketika menjalani LDKT, antara lain kualitas hidup yang lebih baik, tingkat keberhasilan operasi lebih tinggi dan hasil kelangsungan hidup yang lebih baik dengan waktu tunggu yang lebih pendek dibandingkan dengan daftar tunggu untuk donor kadaver atau mendapat organ dari orang yang sudah meninggal.
Lebih lanjut, Dr Lye yang juga merupakan pelopor transplantasi ginjal Complicated LDKT di Asia Tenggara, mengatakan transplantasi ginjal Complicated LDKT terdiri dari dua tipe yaitu ABO-incompatible dan Sensitised Patients atau Crossmatch.
Pada transplantasi ABO-incompatible baik donor dan penerima harus memiliki golongan darah yang diidentifikasi melalui jaringan-pengetikan dan pencocokan yang baik. Jika tidak, tubuh penerima akan menolak donor ginjal tersebut. Namun, dalam kasus transplantasi ginjal ABO-incompatible, tubuh penerima mampu menerima ginjal bahkan ketika jenis darah tidak cocok. Meskipun prosedur bedah adalah sama untuk pendonor dan penerima, pasien yang menjalani transplantasi ginjal ABO-incompatible perlu menjalani serangkaian prosedur pra-transplantasi, yang paling penting adalah immunoadsorption atau plasmapheresis, yaitu proses pengeluaran antibodi yang biasanya akan bekerja melawan donor yang tidak kompatibel dengan darah. Pasien transplantasi ginjal ABO-incompatible sangat tergantung tingkat antibodi sebelum transplantasi dapat dilanjutkan.
Sedangkan Sensitised Patients atau Crossmatch Positive, tubuh kita membuat zat yang disebut antibodi yang bertindak untuk menghancurkan benda asing. Tubuh dapat membuat antibodi setiap kali terkena infeksi, sedang hamil, mendapatkan transfusi darah, atau menjalani transplantasi ginjal. Jika kita memiliki antibodi terhadap donor ginjal, tubuh akan merusak ginjal. Untuk alasan ini, tes dilakukan untuk memastikan bahwa pasien tidak memiliki antibodi terhadap donor ginjal. Crossmatch dilakukan dengan mencampur darah pasien dengan sel-sel darah dari pendonor, jika crossmatch positif itu berarti bahwa pasien memiliki antibodi terhadap donor dan seharusnya tidak menerima ginjal tersebut. Jika crossmatch adalah negatif, ini menunjukkan bahwa pasien tidak memiliki antibodi terhadap donor sehingga memenuhi syarat untuk menerima ginjal tersebut.
Crossmatches diperoleh selama persiapan untuk transplantasi ginjal LDKT.
Dr Lye menambahkan bahwa transplantasi ginjal paling baik dilakukan ketika seseorang terkena penyakit ginjal masih pada tahap awal atau menengah. Ini biasa disebut dengan pre-emptive transplantasi ginjal.
Pasien tersebut menjalani transplantasi ginjal bahkan sebelum gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah. Pasien tidak hanya akan terbebas dari ketidaknyamanan, dan rasa sakit yang ditimbulkan oleh cuci darah, tapi juga dapat memiliki tingkat ketahanan hidup yang lebih baik.
"Selama periode 17 tahun sejak tahun 1993, lebih dari 500 transplantasi ginjal telah kami lakukan di ParkwayHealth. Usia mereka berkisar dari 8 sampai 78 tahun, yang mayoritas menjalani transplantasi ginjal pada saat usia mereka memasuki dekade keempat dan kelima, bahkan beberapa kasus transplantasi ginjal pernah dijalani antara orang berkulit putih dengan orang berkulit hitam" ungkap Dr Lye.
Walaupun memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dua pengobatan lainnya, transplantasi pada pasien gagal ginjal paling kurang diminati akibat sulitnya menemukan pendonor ginjal. Sayangnya jumlah orang yang bersedia mendonasikan ginjalnya masih minim. Padahal dengan donor ginjal, pasien bisa terbebas dari terapi cuci darah dan pendonor akan tetap hidup normal meski hanya dengan satu ginjal.
Lebih lanjut dokter yang pernah menjabat sebagai Presiden dari Transplant Society of Singapore ini mengungkapkan bagi pendonor ginjal, tidak perlu khawatir akan merasakan sakit setelah menjalani hidup dengan satu ginjal, dalam tubuh kita terdapat dua ginjal dan seseorang hanya membutuhkan satu ginjal untuk bertahan hidup. Karena dengan satu ginjal pun manusia masih bisa hidup sehat dan normal asalkan kondisi ginjalnya sehat. Dengan demikian, tidak seperti organ lain seperti jantung dan hati, donor ginjal dapat diambil dari manusia yang masih hidup.
Dr Lye menyebutkan beberapa persyaratan hukum yang harus dijalankan bagi pendonor yang tidak terkait pertalian darah dengan penerima donor (non-related donor), antara lain pendonor harus sehat jasmani, cerdas dan mampu memahami prosedur medis dan juga mampu mengurus dirinya sendiri setelah menyumbangkan ginjalnya.
Selan itu pendonor harus rela menyumbangkan ginjalnya tanpa paksaan, harus memiliki hubungan emosional atau persahabatan dengan pasien, pendonor tidak harus dibayar untuk menyumbangkan ginjalnya, dalam penggantian untuk biaya medis dan ketidaknyamanan yang diterima. Tidak boleh ada perantara atau broker yang terlibat.
Menurut Dr Lye, di masa mendatang sangat penting untuk mensosialisasikan pentingnya donor ginjal, dan peningkatan kesadaran di masyarakat agar orang-orang yang sehat dan memiliki ginjal sehat dapat membantu pasien ginjal memperoleh kualitas hidup yang lebih baik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




