Stigma dari Diri Sendiri Jadi Kendala Pemulihan Skizofrenia
Jumat, 14 Februari 2014 | 20:56 WIB
Jakarta - Masih banyak mitos dan kepercayaan yang salah mengenai masalah kejiwaan yang disebut Skizofrenia. Orang Dengan Skizofrenia (ODS), sering mendapat stigma negatif dari masyarakat yang makin memperburuk kualitas hidupnya.
Namun, menurut Bagus Utomo, Ketua Umum KPSI (Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia), kendala pemulihan ODS bukan hanya datang dari stigma orang-orang yang berada di lingkungan penderita. Kendala itu juga datang dari stigma yang berasal dari diri penderita.
"Salah satu kendala yang cukup berat dalam pemulihan kondisi ODS adalah self stigma atau stigma yang berasal dari diri ODS," tutur Bagus pada acara Kampanye Kesadaran Publik Terhadap Skizofrenia "Lighting the Hope for Schizophrenia" di Jakarta, Jumat (14/2).
Dilanjutkannya, saat ODS mengetahui mengalami gangguan kejiwaan, maka ia bisa merasa syok, tidak berdaya dan bahkan putus asa. Menurutnya, hal itulah kadang yang menghambat proses pemulihannya.
Dengan begitu, Bagus berharap ke depannya para tenaga medis dan juga tenaga sosial bisa lebih dioptimalkan oleh semua pihak untuk mempercepat pemulihan ODS.
"Kita memiliki ratusan pembimbing konseling di sekolah-sekolah. Mereka bisa diberdayakan untuk mendeteksi gejala-gejala awal skizofrenia di siswanya. Dan yang terpenting memastikan penderita tidak menjadi korban bullying agar tetap percaya diri," ungkapnya.
Kemudian, masih menurut Bagus, saat ini juga tenaga sosial untuk masalah kejiwaan jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan tenaga sosial untuk masalah kesehatan lain.
Dengan begitu, ia berharap tenaga sosial untuk masalah kejiwaan bisa lebih diberdayakan dan dikoordinasi dengan baik di Indonesia.
Namun, dibalik semua itu, tetap yang paling mendasar dan penting untuk proses pemulihan ODS adalah dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitarnya.
"Peran komunitas juga sangat besar. Karena ketika kita mengedukasi ODS terkait kepatuhan meminum obat, sering kali mereka tidak percaya. Namun, bila sesama penderita yang sudah pulih atau merasakan manfaatnya dengan baik, mereka baru mau menjalani pengobatan," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




