2014, Barito Pacific Bidik Pendapatan US$ 2,7 Miliar

Rabu, 21 Mei 2014 | 18:48 WIB
AT
B
Penulis: Antonia Timmerman | Editor: B1
Ilustrasi pendapatan.
Ilustrasi pendapatan. (Istimewa/Istimewa)

Jakarta – Grup usaha milik pengusaha nasional Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), membidik pendapatan sebesar US$ 2,7 miliar atau setara Rp 27 triliun pada 2014. Perseroan mengincar pertumbuhan sekitar  tujuh sampai delapan persen dibandingkan pendapatan tahun lalu senilai US$ 2,5 miliar atau Rp 25 triliun.

Direktur Barito Hengky Susanto mengatakan, kenaikan akan ditopang oleh kegiatan petrokimia yang dilakukan anak usaha perseroan, yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

"Porsi Chandra Asri dalam kinerja keuangan Barito hingga saat ini masih paling besar, sekitar 98 persen dari total revenue," tutur Hengky, Rabu (21/5).

Selain itu, sektor perkebunan juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap keuntungan perseroan. Pasalnya, dua pabrik kelapa sawit berkapasitas masing-masing 60 ton per jam di wilayah Kalimantan Barat dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2014.

Guna mencapai target tersebut, Barito menganggarkan US$ 135 juta belanja modal (capital expenditure/capex). Sebesar US$ 120 juta dialokasikan untuk segmen petrokimia, sedangkan sisa US$ 15 juta untuk pengembangan bisnis lain perseroan yakni perkebunan, properti, serta kehutanan.

Hengky mengaku, pihaknya belum akan melakukan ekspansi besar-besaran dalam dua sektor pendukung terakhir tahun ini. Khusus sektor properti, Barito masih akan mengandalkan dua anak usahanya, PT Griya Idola dan PT Mambruk Cikoneng Indonesia.

"Untuk saat ini, kami belum fokus pada properti," ujar Hengky.

Menurut catatan Investor Daily, Barito mengakuisisi 100 persen saham Mambruk Cikoneng, pemilik Hotel Mambruk Anyer di Banten, pada Oktober 2013. Hal itu dilakukan dengan memberikan pinjaman Rp 31,5 miliar kepada Griya Idola untuk mengambil alih saham.

Hingga dua tahun mendatang, Barito masih akan memusatkan perhatian kepada perluasan pabrik Naphtha Cracker milik Chandra Asri. Total investasi untuk perluasan pabrik mencapai US$ 385 juta hingga 2015.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon