Implementasi Rencana 13 Negara untuk Gandakan Populasi Harimau Dievaluasi

Jumat, 12 September 2014 | 16:58 WIB
EP
B
Penulis: Eko Priyatmono | Editor: B1
Harimau Sumatera
Harimau Sumatera (istimewa/istimewa)

Jakarta - Pada tanggal 13-16 September 2014 di Dhaka, Bangladesh, akan diadakan pertemuan antar pemerintah 13 negara yang memiliki populasi harimau (Tiger Range Countries/TRC). Pertemuan ini akan mengevaluasi kemajuan bersama negara-negara tersebut dalam mencapai tujuan untuk menggandakan populasi harimau di tahun 2022 atau yang dikenal sebagai Tx2.

Ketigabelas negara tersebut adalah Bangladesh, Bhutan, Tiongkok, Kamboja, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Rusia, Thailand, dan Vietnam.

Pertemuan yang dinamakan "The 2nd Stocktaking Conference of The Global Tiger Recovery Program (GTRP)", merupakan kelanjutan dari kesepakatan Tiger Summit di St.Petersburg, Rusia, pada tahun 2010, ketika 13 negara populasi harimau menyetujui rencana global pemulihan populasi harimau.

Menurut WWF Tiger Alive Initiative Leader, Mike Baltzer, pencapaian target penggandaan populasi harimau sudah hampir mencapai sepertiga jalan.

"Terlepas dari kemajuan besar yang telah dicapai, masih banyak lagi yang perlu dilakukan oleh beberapa pemerintah 13 negara tersebut jika ingin mencapai tujuannya di tahun 2022," ujar Baltzer.

Pertemuan ini merupakan sebuah kesempatan bagi pemerintah negara populasi harimau untuk mengkaji secara kritis kemajuan yang telah dicapai serta mempercepat tindakan yang perlu dilakukan dalam sisa kurun waktu delapan tahun ke depan.

Sementara itu, Direktur Sumatera dan Borneo WWF-Indonesia, Anwar Purwoto mengungkapkan, sudah banyak pihak yang emnbantu dan berperan dalam upaya menggandakan populasi harimau Sumatera di Indonesia, terutama dari kalangan masyarakat madani.

"Namun untuk mencapai target Tx2, pemerintah dan masyarakat harus lebih serius mendukung komitmen ini. WWF-Indonesia siap mendorong tumbuhnya komitmen Tx2 yang lebih kuat di Indonesia, khususnya di pemerintahan baru," kata Anwar.

Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, direncanakan akan meresmikan konferensi yang akan berjalan selama tiga hari di Hotel Pan Pacific Sonargaon, Dhaka. Selain pemerintah negara populasi harimau, acara ini juga akan dihadiri oleh perwakilan pemerintah negara lainnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan lembaga-lembaga lainnya. Kesepakatan dari konferensi ini akan disebut dengan Dhaka Recommendations.

Bertepatan dengan Global Tiger Day, 29 Juli 2014 lalu, WWF menyerukan kepada seluruh negara populasi harimau untuk menghitung jumlah populasi harimau masing-masing, sehingga populasi saat ini - yang diperkirakan kurang dari 3.200 harimau - dapat diperbaharui.

Sejak angka perkiraan populasi tersebut dirilis pada tahun 2010, maraknya perburuan telah mencapai tingkat kritis dan merupakan ancaman paling berbahaya bagi harimau di alam liar saat ini. Statistik yang dirilis oleh TRAFFIC, sebuah jaringan pemantau perdagangan satwa liar, menunjukan bahwa sedikitnya 1.590 harimau disita antara Januari 2000-April 2014 (setara dengan rata-rata dua harimau per minggu).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon