Persis vs Martapura Rusuh, 1 Tewas

Rabu, 22 Oktober 2014 | 21:17 WIB
B
JS
Penulis: BeritaSatu | Editor: JAS
Petugas menertibkan suporter yang membuat keributan di lapangan, usai pertandingan sepakbola babak delapan besar Divisi Utama antara Persis Solo dan Martapura FC Kalsel, di Stadion Manahan, Solo, Jateng, Rabu (22/10) petang.
Petugas menertibkan suporter yang membuat keributan di lapangan, usai pertandingan sepakbola babak delapan besar Divisi Utama antara Persis Solo dan Martapura FC Kalsel, di Stadion Manahan, Solo, Jateng, Rabu (22/10) petang. (Antara/Adnika Betha)

Solo - Pertandingan Persis Solo yang menjamu Martapura FC dalam babak Delapan Besar Utama di Stadion Manahan, Solo berakhir rusuh. Pertandingan Rabu (22/10) ini dihentikan tiga menit sebelum berakhir saat kedudukan 1-1 akibat kericuhan antara penonton dan aparat.

Akibat kerusuhan tersebut salah satu penonton yang belum diketahui identitasnya meninggal dunia saat dibawa ke Rumah Sakit Panti Waluyo. Korban seorang pemuda dan kini masih di kamar jenazah rumah sakit. Sebelumnya korban ditemukan tergeletak di pintu keluar VVIP Stadion Manahan Solo saat kejadian. Laki-laki yang diperkirakan berusia 30-an tahun tersebut memakai kaus kostum pendukung Persis Solo warna merah.

Oleh polisi, laki-laki tersebut diangkut menuju RS Panti Waluyo. Saat tiba di rumah sakit sekitar pukul 17.15 WIB, laki-laki itu sudah tak bernyawa. Ditemukan lubang di pundak kanan tubuh laki-laki itu, namun belum jelas apakah luka itu merupakan luka tembak atau disebabkan faktor lain.

Kerusuhan diduga dipicu kepemimpinan wasit Ahmadi Jafri yang anggap tidak adil baik oleh pemain tim tuan rumah mau pun penonton pendukung tim yang dijuluki "Laskar Sambernyawa" itu.

Pertandingan ini akhirnya tidak dilanjutkan karena situasi sudah tidak memungkinkan terutama penonton mulai turun ke lapangan. Namun, kondisi itu sudah mampu dihadang oleh aparat keamanan yang siap melakukan pengamanan.

Wasit bersama dua asistennya langsung diamankan oleh aparat keamanan masuk ke tribune, sedangkan para penonton yang tidak puas atas kepemimpinan wasit tersebut menghadang di pintu utama stadion dan melempari sejumlah batu.

Bahkan, sejumlah penonton pendukung tim tuan rumah langsung melempari bus pariwisata nomor polisi W 7507 UR yang diparkir depan pintu utama stadion hingga kaca hancur seluruhnya. Bus ini, rencananya ditumpangi pemain Martapura FC.

Namun, petugas aparat keamanan berhasil memukul mundur hingga keluar kawasan stadion.

Kendati demikian, para penonton sepak bola yang tidak puas tersebut sempat membakar sebuah sepeda motor KLX milik anggota Sabhara hingga ludes.

Menurut Manajer Persis Solo Totok Supriyanto, semuanya ini akibat ulah wasit yang tidak tegas dan objektif memimpin sebuah pertandingan. "Saya kira jika wasit bertindak adil dan objektif kejadiannya tidak akan berakhir begini. Wasit betul-betul dengan jelas membantu tim tamu," kata Totok dengan nada kesal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon