Laba 16 Emiten BUMN Tumbuh 9,5% Tembus Rp 68,5 Triliun

Senin, 3 November 2014 | 09:44 WIB
FN
WP
Penulis: Farid Nurfaizi | Editor: WBP
Ilustrasi Petumbuhan Laba BUMN
Ilustrasi Petumbuhan Laba BUMN (Beritasatu.com)

Jakarta– Sebanyak 16 badan usaha milik negara (BUMN) yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan total laba bersih sebesar Rp 68,5 triliun hingga kuartal III-2014 atau rata-rata tumbuh 9,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 62,6 triliun.

Adapun total pendapatan emiten BUMN hingga kuartal III-2014 mencapai Rp 252,4 triliun, rata-rata meningkat 11,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 226,2 triliun.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan tertinggi sebesar 21,5 persen menjadi Rp 37,92 triliun. Sedangkan pertumbuhan laba bersih paling tinggi dicetak oleh PT Timah Tbk (TINS) sebesar 132,4 [persen menjadi Rp 327,7 miliar.

Analis PT Indosurya Securities Wiliam Suryawijaya mengatakan, kinerja emiten sangat terpengaruh dengan kondisi industri. Misalnya, industri farmasi yang ditopang oleh kebutuhan masyarakat terhadap obat-obatan serta kebijakan pemerintah di sektor kesehatan telah membuat PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk masih tumbuh cermelang.

"Sedangkan harga komoditas emas yang belum stabil serta kebijakan pemerintah akan berpengaruh terhadap emiten seperti PT Aneka Tambag Tbk walaupun sebetulnya mereka sudah ada strategi dalam hal efisiensi. Itu akan cukup membantu nantinya," ujar William kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

William menjelaskan, strategi menangkap peluang bisnis juga berpengaruh terhadap kinerja emiten. Sebagai contoh, PT Waskita Karya Tbk yang laba bersihnya naik 9,3 persen. Ini kemungkinan merupakan buah hasil perseroan yang kian agresif di bisnis jalan tol, tidak hanya terpaku oleh konstruksi saja. Hal yang sama juga terjadi pada PT Wijaya Karya Tbk.

"Kondisi ini berbeda dengan PT Adhi Karya Tbk yang terlalu mengandalkan konstruksi di sektor properti. Sejumlah proyek properti yang tertunda membuat kinerja Adhi turun," tutur dia.

Hingga akhir 2014, kata William, pihaknya merekomendasikan para pemodal untuk mencermati saham-saham yang terbilang prospektif seperti BBNI, WSKT, WIKA, ANTM, SMGR, dan KAEF.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Jasa Marga Tbk Reynaldi Hermansjah mengatakan, jika tidak memasukan pendapatan dari jasa konstruksi yang sebesar Rp 1,44 triliun, Jasa Marga dapat membukukan pendapatan Rp 5,23 triliun sepanjang kuartal III-2014 atau naik 16,3 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 4,49 triliun. "Dengan pencapaian seperti ini, kami optimistis mampu mencapai target pendapatan tahun ini yang sebesar Rp 7 trilun," jelas dia.

Sementara itu, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom/TLKM) masih menjadi kontributor terbesar terhadap total pendapatan emiten BUMN. Per September 2014, Telkom berhasil meraup pendapatan Rp 65,84 triliun, naik 7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 61,49 triliun.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi emiten yang berkontribusi paling besar dari sisi laba bersih. Sepanjang kuartal III-2014, BRI mampu meraup Rp 18,15 triliun, meningkat 17,56% dibanding periode sama tahun lalu Rp 15,44 triliun.

Tabel Laba BUMN

Tabel Laba BUMN

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon