Ketegangan Ukraina-Rusia Mewarnai World Economic Forum di Davos

Kamis, 22 Januari 2015 | 13:44 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Tentara Ukraina melakukan patroli di luar kota Donetsk.
Tentara Ukraina melakukan patroli di luar kota Donetsk. (AFP)

Davos, Swiss - Presiden Ukraina Petro Poroshenko menuduh Rusia mengirim 9.000 tentara untuk mendukung gerakan separatis di bagian timur Ukraina.

Poroshenko mengatakan pasukan Rusia dipersenjatai dengan tank, artileri berat, dan kendaraan lapis baja dalam konflik yang menewaskan 4.800 orang sejak April.

"Jika ini bukan agresi, lalu ini apa?" kata Poroshenko di World Economic Forum di Davos, Swiss pada Rabu (21/1). Acara tersebut dihadiri oleh para elite ekonomi dan politik sedunia untuk membahas solusi krisis ekonomi dunia.

Dia juga mendesak Rusia menghormati kesepakatan damai antara Ukraina, Rusia, dan pimpinan gerakan separatis.

"Solusinya mudah --berhenti mengirimkan senjata ...tarik pasukan dan tutup perbatasan. Jika Rusia ingin hal yang lain maka saya anggap mereka belum siap damai tapi siap perang," kata Poroshenko.

Kesepakatan damai Minsk mengatur gencatan senjata dan penarikan mundur pasukan dan peralatan militer asing dari Ukraina.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov membantah tuduhan Ukraina dan menantang Poroshenko untuk menyajikan bukti keterlibatan militer Rusia di Ukraina.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengungkapkan keprihatinannya atas krisis Ukraina-Rusia. "Saya tidak ingin berharap banyak. Gencatan senjata ini semakin hari semakin rapuh".

Ukraina kini tengah berada di ambang kebangkrutan dan sangat mengharapkan bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF) senilai US$ 15 miliar.

Pimpinan IMF Christine Lagarde mengatakan IMF mau saja memberikan bantuan tersebut asal Ukraina mau melakukan reformasi ekonomi besar-besaran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon