Denis Irwin Maklumi Inkonsistensi MU

Sabtu, 31 Januari 2015 | 19:31 WIB
SA
YD
Penulis: Shesar Andriawan | Editor: YUD
Managing Director Asia Pacific Manchester United (MU) Jamie Reigle (tengah) bersama dua mantan pemain MU, Denis Irwin (kanan) dan Louis Saha (kiri) usai memberikan keterangan pers tentang United: Live in Jakarta di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (31/1).
Managing Director Asia Pacific Manchester United (MU) Jamie Reigle (tengah) bersama dua mantan pemain MU, Denis Irwin (kanan) dan Louis Saha (kiri) usai memberikan keterangan pers tentang United: Live in Jakarta di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (31/1). (BeritaSatu.com/Shesar Andriawan)

Jakarta - Full-back legendaris Manchester United Denis Irwin memaklumi inkonsistensi pasukan Louis van Gaal musim ini. Ia mengatakan, United sedang ada di masa transisi.

Irwin dan Louis Saha hari ini, Minggu (31/1), hadir di acara United Live yang dihelat di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Keduanya membahas kondisi Setan Merah saat ini.

Saha yang mantan juru gedor menanggapi komentar Robin van Persie tempo hari. Van Persie merasa, jika United ingin mendapat hasil lebih baik, maka mereka harus mencetak gol lebih banyak.

"Van Persie benar. Kalau mau juara memang harus mencetak banyak gol, tapi juga harus bisa bertahan. Manchester United perlu konsistensi. Gelandang harus bisa menyalurkan bola ke depan dan mengatur tempo. Sedangkan penyerang harus bisa memanfaatkan momen. Adanya Angel Di Maria harusnya bisa membuat tim jadi lebih baik," ucap Saha.

"Tapi saya bisa memahami bahwa bukan tugas mudah bagi siapapun untuk menggantikan Sir Alex (Ferguson). Tim sedang ada dalam masa transisi," lanjutnya.

Sebagai seorang bek, Irwin lebih mengomentari sistem pertahanan bekas klubnya. Ia melihat sistem tiga bek yang dipakai Van Gaal bukanlah pilihan utama sang komandan tim.

Selama ditukangi Fergie, United hampir selalu memakai empat bek. Irwin menjelaskan, Fergie pun sebetulnya pernah memakai tiga bek, tapi itu saat terpaksa karena kekurangan pemain.

"Saya pikir alasan Van Gaal memakai tiga bek karena banyak pemain yang cedera. Mereka punya pemain bertahan yang bagus, salah satunya Daley Bllind dari Belanda. Jadi mungkin dia memilih sistem yang fleksibel dengan kondisi tim.

"Kemasukan 21 gol dari 22 pertandingan itu terbaik keempat di liga, saya pikir tidak terlalu jelek. Saya setuju dengan Saha, tim sedang dalam masa transisi, mereka sedang mencari keseimbangan dalam menyerang dan bertahan," komentar bek asal Irlandia.

Atas dasar itu, Irwin memperkirakan United bakal susah menjadi juara musim ini. Target realistinya adalah masuk ke empat besar guna mengamankan tiket Liga Champions.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon