Smartphone, "Wish List" Utama Masyarakat Indonesia
Jumat, 20 Februari 2015 | 06:17 WIBJakarta - Survei Credit Suisse menunjukkan minat masyarakat Indonesia terhadap smartphone masih berada di atas daftar keinginan mereka. Berdasarkan survei, pada 2014 pembeli smartphone di Indonesia mencapai 26 persen. Meningkat dibandingkan 2013 yang mencapai 14 persen.
"Kalau kita lihat smartphone ini masih jadi wish list masyarakat Indonesia. Tren ini terlihat dalam 3 tahun terakhir," ujar Analis Riset PT Credit Suisse Securities Indonesia, Ella Nusantoro di Sampoerna Strategic Square, Jumat (20/2).
Ia menambahkan gaya hidup masyarakat Indonesia mulai meningkat. GDP/kapita (nominal) Indonesia juga sudah menembus angka US$ 3.000.
Hal ini berpengaruh pada perilaku masyarakat Indonesia yang berupaya memenuhi kebutuhan lain setelah kebutuhan dasar terpenuhi.
"Kita harus lihat GDP kita sudah US$ 3.000. Sudah bukan US$ 1.000 lagi. Makanya masyarakat cenderung lihat sesuatu yang lain setelah basic need terpenuhi," ujar Ella.
Kemudian katanya, tren belanja elektronik masyarakat Indonesia memang menunjukkan peningkatan. Dari 67 persen di tahun 2010, menjadi 84 persen di tahun 2014.
Tidak hanya terlihat dari kebutuhan akan smartphone tapi juga kebutuhan akses internet. Di tahun 2015 diprediksi pengguna internet di Indonesia akan mencapai 38 persen.
Hampir sama dengan kondisi Indonesia, survei yang dilakukan terhadap sembilan negara, menunjukkan minat masyarakat terhadap akses internet dan smartphone masing-masing berada pada peringkat kedua dan ketiga. Sedangkan peringkat pertamanya adalah kebutuhan akan mobil.
Survei dilakukan terhadap hampir 16.000 konsumen di sembilan negara, yaitu Brazil, Tiongkok, India, Indonesia, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan dan Turki. Credit Suisse bekerja sama dengan perusahaan riset pasar global Nielsen dengan mengajukan sekitar 100 pertanyaan.
Dari total konsumen yang disurvei, terdapat sebanyak 1.600 orang Indonesia. Wilayahnya mencakup 10 kota, yakni 6 kota di pulau Jawa dan 4 kota di luar pulau Jawa. Pemilihan wilayah ini dianggap dapat mewakili masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




