Patung Perunggu Mahatma Gandhi Hadir di Rumah Budaya Fadli Zon
Kamis, 5 Maret 2015 | 16:42 WIB
Jakarta - Rumah Budaya Fadli Zon di Komplek Aie Angek Cottage, Tanah Datar, Sumatera Barat, hari ini menyelenggarakan acara Malam Persahabatan Indonesia-India. Tujuannya untuk mempererat hubungan kedua negara melalui kebudayaan.
Acara akan dimulai sekitar Pukul 17.00 WIB yang dihadiri Duta Besar India untuk Indonesia H.E.Gurjit Singh. Ia akan meresmikan patung perunggu Mahatma Gandhi karya Bambang Winaryo. Acara kemudian dilanjutkan dengan Dialog Budaya Hubungan Indonesia - India yang diisi oleh Singh dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.
"Ada juga pertunjukan kesenian dari seniman India," kata Fadli dalam keterangannya, Kamis (5/3).
Menurut Fadli hal yang istimewa dari acara tersebut adalah peresmian patung perunggu Mahatma Gandhi. Patung ini akan melengkapi koleksi karya patung tokoh di Rumah Budaya Fadli Zon. Sebelumnya sudah ada patung perunggu Soekarno, Hatta, Tan Malaka, dan Chairil Anwar.
"Karya patung tokoh itu merupakan penghormatan terhadap sosok yang menjadi inspirasi. Diharapkan generasi masa kini bisa mengambil pelajaran dari perjuangan tokoh yang rela mengorbankan dirinya untuk kepentingan umat manusia," jelasnya.
Untuk diketahui, Mahatma Gandhi lahir di Gujarat 2 Oktober 1869 dan meninggal di New Delhi pada 30 Januari 1948. Saat remaja, ia pindah ke Inggris untuk belajar hukum. Setelah menjadi pengacara, Gandhi pergi ke Afrika Selatan dan mengalami diskriminasi. Ia kemudian memutuskan menjadi aktivis politik agar dapat mengubah hukum yang diskriminatif dan membentuk gerakan non-kekerasan.
Ketika kembali ke India, Gandhi ikut perjuangan kemerdekaan India dari jajahan Inggris. Walau penganut Hindu, Gandhi juga menyukai pemikiran agama lain termasuk Islam. Ia percaya manusia harus punya hak yang sama dan hidup secara damai.
Prinsip Gandhi yaitu swadesi (berdikari), ahimsa (non kekerasan), hartal (mogok). Prinsip Gandhi lain, satyagraha, sering diterjemahkan "jalan menuju kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Nelson Mandela dan Martin Luther King, Jr.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




