Cara Cepat Mengetahui Grafik yang Menyesatkan

Senin, 22 Juni 2015 | 12:06 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Statistik
Statistik (Istimewa)

Angka tidak berbohong, namun grafik bisa menyesatkan. Grafik dan angka bisa membuat presentasi seseorang meyakinkan, namun, kita harus teliti karena grafik bisa dibuat sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kemauan pembuatnya, bukan kenyataan sebenarnya.

Berikut beberapa tips cepat untuk mengetahui grafik yang menyesatkan

1. Skala yang menyesatkan
Ini mungkin cara paling umum grafik membohongi kita, baik sengaja maupun tidak. Perubahan angka 0,1 persen dalam periode 10 tahun dan perubahan 1.000 persen dalam satu tahun bisa terlihat sama tergantung skala nilai yang digunakan dalam grafik.

Kedua grafik sama-sama menunjukkan penurunan angka pengangguran di AS dari Januari, 2014 ke Mei 2015 (6,6 persen ke 5,5 persen). Namun, grafik (y) di kiri dimulai dari angka 5,25 persen sehingga terlihat lebih dramatis dari grafik yang benar (kanan).

statistik
Grafik berikut juga menunjukkan perbedaan yang dramatis dengan menggunakan skala yang salah karena tidak dimulai dari 0 melainkan dari 400.

statistik

2. Perbandingan apel dengan jeruk
Apel dengan jeruk meskipun sama-sama buah tapi keduanya berbeda dan tidak bisa dibandingkan. Seperti membandingkan 10 kg dengan 10 m.

Menaruh dua hal yang tidak berkorelasi atau diragukan korelasinya dalam satu grafik untuk menarik kesimpulan bisa menyesatkan pembaca.

data

Grafik di kiri seolah-olah menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi melebihi angka pengangguran. Tapi kesimpulan ini salah karena keduanya adalah ukuran yang berbeda. Kesalahan ini biasanya tidak disengaja, karena pembuatnya ingin memasukkan semua informasi ke satu grafis untuk menghemat tempat.

3. Waspadai grafik korelasi dan sebab akibat
Dua hal yang menunjukkan tren sama bukan berarti mereka mempunyai hubungan sebab akibat.

Dalam grafik berikut seolah-olah elektabilitas Hillary Clinton ikut turun dengan turunnya angka pengangguran di AS. Ini menyesatkan karena keduanya tidak memiliki korelasi.

stat

4. Memanipulasi melalui sampel populasi
Dalam grafik berikut terlihat seolah-olah Chicago adalah kota yang paling berbahaya di AS dengan 407 kasus pembunuhan di 2014. Padahal jika dibandingkan dengan jumlah pembunuhan per 100.000 penduduk maka akan terlihat bahwa Detroit lebih berbahaya.

statistik

5. Dekorasi bisa menipu
Berhati-hati jika melihat grafik yang menggunakan hiasan atau efek-efek tertentu. Grafik berikut menggunakan efek 3 dimensi. Meskipun terlihat lebih bagus, namun sepintas berdasarkan warna terlihat bahwa jumlah umat Muslim lebih banyak daripada umat Kristen.

Jika grafik diletakkan dengan datar maka perbandingan warna akan terlihat lebih jelas.

data

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon