Korupsi Pusat Ikan Hias, Kejari Bekasi Jebloskan Sunandar ke Lapas
Kamis, 13 Agustus 2015 | 17:42 WIB
Bekasi - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi menahan Manajer Operasional Pengelolaan Pusat Promosi Ikan Hias (PPIH) Sunandar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bulak Kapal, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Tersangka Sunandar diduga korupsi dengan modus memungut uang sewa kios para pedagang di PPIH yang semestinya disetorkan ke kas negara atau daerah namun tidak dilakukan tersangka.
"Ada kerugian uang negara sebesar Rp 323.155.000 yang tidak disetorkan oleh tersangka S ke kas negara," ujar Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bekasi Ery Syarifah, Kamis (13/8).
Dia melanjutkan, rata-rata Sunandar memungut uang sewa kios dari pedagang sebesar Rp 1-2 juta per tahun. "Ada 62 kios pedagang di PPIH yang dilakukan pemungutan uang sewa oleh tersangka S sejak tahun 2010-2016," ujar Ery.
Dalam aksinya, kata dia Sunandar selalu mengatasnamakan Pemerintah Kota Bekasi karena penunjukkan Sunandar sebagai Manajer Operasional Pengelolaan PPIH sah secara hukum. "Tersangka S ditunjuk sebagai Manajer Operasional Pengelolaan PPIH berdasarkan Surat Keputusan atau SK yang dikeluarkan oleh Korpri. Ada SK pengangkatan tersangka," katanya.
Ery menambahkan, pada 2014 lalu tersangka Sunandar telah diberhentikan sebagai Manajer Operasional Pengelolaan PPIH, namun dirinya masih memungut uang sewa kios hingga 2016 mendatang.
Sebelum menahan Sunandar, penyidik Kejari Bekasi memeriksa tersangka sejak pukul 09.00 WIB tadi.
"Ini pemeriksaan yang paling cepat kita lakukan karena pada pukul 11.30 WIB tersangka S sudah dibawa ke Bulak Kapal," imbuhnya.
Sunandar yang juga Ketua Program Pembangunan Partisipatif Berbasis Komunitas (P3BK) Kota Bekasi saat oleh penyidik Kejaksaan menuju mobil tahanan, hanya mengatakan akan menanggung semua ini.
"Saya menangung sendiri semua ini. Saya tidak mau menyalahkan yang lain," ujar Sunandar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




