KBRI: TKW "Hilangkan" Paspor Agar Dipulangkan Gratis
Kamis, 13 Agustus 2015 | 23:43 WIB
Kairo - Kalangan tenaga kerja wanita (TKW) bermasalah di Mesir diduga sengaja menghilangkan paspor dengan tujuan dipulangkan ke Indonesia secara gratis oleh KBRI Kairo.
"Ketika diwawancara oleh KBRI beberapa di antara TKW itu mengaku paspornya hilang, tidak tahu alamat majikan, tidak tahu sponsor yang memberangkatkan mereka dari Indonesia, sehingga mereka mencari perlindungan ke KBRI dan minta dipulangkan ke Indonesia secara gratis," kata Kepala Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya, Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Lauti Nia Astri Sutedja, Kamis (13/8).
Pernyataan senada diutarakan Kepala Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kairo, Windratmo Suwarno. "Persoalan utamanya para TKW itu kabur dari majikan dan tidak membawa paspor sehingga mereka harus dipulangkan," katanya.
KBRI Kairo saat ini sedang menjaring TKW ilegal yang tidak memiliki dokumen perjalanan berupa paspor (undocumented) atau izin tinggal (visa) telah melampaui batas waktu (overstayers), untuk dipulangkan ke Indonesia atas biaya pemerintah.
Lauti mengungkapkan, seringkali KBRI Kairo dijadikan sebagai tempat pelarian (escape route) bagi TKW ilegal yang sudah bosan bekerja dan ingin pulang tanpa mengeluarkan biaya. Dengan alasan diperlakuan kasar oleh majikan, padahal dari hasil pemeriksaan medis tidak ada tanda-tanda kekerasan, penyiksaan, atau alasan beban kerja yang menurut mereka terlalu berat, mereka kemudian kabur dan berlindung ke KBRI, katanya.
"Modus seperti ini sangat membebani keuangan negara, karena tidak jarang setelah beberapa lama dipulangkan ke Indonesia, mereka kembali lagi ke luar negeri atau bahkan sering terlihat lagi di Mesir.
Menurut Lauti, beragam masalah yang dihadapi TKW yang "tak memiliki dokumen" (undocumented dan overstayers), mulai dari perlakuan kasar dari majikan, tidak betah, sakit, hingga kecelakaan kerja.
Namun, paparnya, perlu digarisbawahi bahwa penampungan (shelter) KBRI bukanlah save haven sehingga setiap WNI bermasalah dapat ditampung.
Lauti mengemukakan, bagi TKW yang tidak tahu sama sekali nama majikan maupun sponsor, KBRI menyimpulkanm umumnya akibat faktor pendidikan yang rendah, atau sering kali keterangan mereka berubah-ubah.
Menyinggung kapasitas tempat penampungan TKW di KBRI Kairo, Lauti menjelaskan, idealnya hanya bisa menampung 10 orang, namun kerap melebihi 20 orang sehingga tidak kondusif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




