Jelang Idul Adha, 565 Mahasiswa IPB Akan Periksa Hewan Kurban
Sabtu, 5 September 2015 | 10:38 WIB
Bogor - Menjelang hari raya Idul Adha, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) akan mengirim mahasiswanya ke beberapa daerah sebagai pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban.
Rencananya, menurut Wakil Panitia Pemeriksa Kesehatan Hewan dan Daging Kurban Ardilasunu Wicaksono, sejumlah 300 orang pemeriksa dikirim ke DKI Jakarta, Kepulauan Seribu 8 orang pemeriksa, Kota dan Kabupaten Bogor 125 orang pemeriksa, Depok 70 orang pemeriksa dan 50 dosen yang akan ikut berpartisipasi aktif.
"Total semua ada 565 pemeriksa. Pemeriksa akan diberangkatkan pada H-1 untuk daerah Kepulauan Seribu, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok. Sedangkan untuk DKI Jakarta dan Kota Bogor diberangkatkan pada hari H," katanya, Sabtu (5/9).
Ardilasunu mengatakan, banyak faktor yang harus diperhatikan masyarakat sebelum berkurban. Salah satunya, penyakit yang muncul pada hewan kurban sebelum disembelih. Pada sapi, penyakit yang paling banyak ditemui yakni penyakit cacing hati.
"Ini karena manajemen pemeliharaan sapi lokal kita masih dengan cara diumbar. Sementara hewan perantara cacing hati ini adalah siput. Maka ketika sapi diumbar untuk mencari makan sendiri, mungkin ada siput yang termakan sehingga muncul penyakit tersebut," ujarnya.
Adapun untuk hewan kurban kambing atau domba, penyakit yang ditemukan relatif lebih jarang dibanding penyakit pada sapi. Biasanya penyakit yang ditemui, yakni orf atau kropeng di sekitar mulut, pink eye, dan stres di perjalanan dan di tempat penampungan.
Untuk memeriksa hewan kurban, FKH IPB juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian.
Sunu lantas berbagi tips dalam membeli hewan kurban. Menurut dia, hewan kurban harus yang sehat. Ciri-cirinya lincah dan tidak menyendiri. Sementara dari segi fisik cirinya yaitu, matanya cerah, kulitnya tidak kusam, anus tidak ada diare, dan usianya juga harus mencukupi.
"Untuk domba dan kambing usianya harus sudah mencapai satu tahun, sedangkan sapi berusia 1,5 tahun. Kemudian harus dipastikan juga kalau hewan kurban yang dibeli dalam keadaan tidak cacat, misalnya tidak buta, dan jumlah testis lengkap," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




