BNPB Kerahkan 25 Pesawat dan Helikopter untuk Padamkan Api
Senin, 28 September 2015 | 17:08 WIB
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah helikopter water bombing untuk padamkan api dan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Total ada 21 pesawat dan helikopter water bombing untuk operasi udara, yaitu 19 heli water bombing, dua pesawat Air Tractor water bombing, dan empat pesawat hujan buatan.
Dari 19 heli tersebar di Riau tiga unit, Jambi empat, Sumatera Selatan (Sumsel) lima, Kalimantan Barat (Kalbar) dua, Kalimantan Tengah (Kalteng) tiga, dan Kalimantan Selatan (Kalsel) dua.
Dua pesawat Air Tractor dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (LHK) ditempatkan di Sumsel, sedangkan empat pesawat hujan buatan digelar di Riau, Sumsel, Kalbar, dan Kalteng.
"Operasi udara ini adalah yang terbesar dibandingkan pada 2014 dalam mengatasi karhutla. Pada 2014, operasi udara didukung 12 heli dan tiga pesawat hujan buatan," ungkap Kepala Pusat Data dan Informasi Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilisnya, Senin (28/9).
Untuk operasi darat, kata Sutopo, saat ini dikerahkan 20.837 personil tim gabungan dari BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan lainnya. Sebanyak 3.773 personil TNI dari pusat diperbantukan di Riau 1.444 personil, Sumsel 1.294 personil, Kalteng 500 personil, dan Kalsel 535 personil. Sedangkan Polri dari satuan Brimob dan Penyidik dari pusat yang dikerahkan 770 personil.
"Cuaca kering, terbatasnya air, dan sarana prasarana serta luasnya wilayah yang terbakar menjadi kendala dalam pemadaman. Api yang sudah padam terbakar kembali karena gambut terbakar di bawah permukaan. Selain itu, pembakaran juga masih terjadi di lahan pertanian, perkebunan dan semak belukar. Kondisi demikian menyebabkan jarak pandang pendek," jelas Sutopo.
Pada Senin (28/9) pukul 15.00 WIB, jarak pandang di Palangkaraya 400 meter, Muara Teweh 100 meter, Pontianak 600 meter, Jambi 400 meter, Pekanbaru 1.000 meter, Rengat 300 meter, Kerinci 400 meter, dan Palembang 2 kilometer.
Kualitas udara seperti ISPU di Pontianak 705 (Berbahaya), Palangkaraya (Berbahaya), Palembang 261 (Sangat Tidak Sehat), dan Pekanbaru 208 (Tidak Sehat).
Ancaman karhutla berpotensi hingga akhir November 2015 jika pencegahan tidak dilakukan dengan keras dan tegas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




