Padamkan Api di Sumsel, Tim Gabungan Turunkan 7 Helikopter dan 4 Pesawat

Minggu, 11 Oktober 2015 | 14:26 WIB
FW
B
Penulis: F Rio Winto | Editor: B1
Foto udara kebakaran lahan di Kecamatan Tulung Selapa, Ogan Komering Ilir, Sumsel, 10 Oktober 2015
Foto udara kebakaran lahan di Kecamatan Tulung Selapa, Ogan Komering Ilir, Sumsel, 10 Oktober 2015 (Antara/Nova Wahyudi)

Jakarta - Tim gabungan operasi udara dari Indonesia, Singapura dan Malaysia bersama-sama memadamkan api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Dalam operasi itu diturunkan tujuh helikopter dan tiga pesawat fix wings untuk melakukan water bombig, serta satu pesawat Casa untuk hujan buatan.

Hal itu dikemukakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers, Minggu (11/10).

Operasi dikonsentrasikan di daerah Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Sejumlah tujuh helikopter dan empat pesawat tersebut terdiri dari enam helikopter BNPB, satu helikopter dari Singapura, dua pesawat Air Tractor dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), satu pesawat hujan buatan BNPB, dan satu pesawat Bombardir dari Malaysia.

Pemerintah Malaysia telah mengirimkan 1 pesawat jenis Bombardir 415 MP dengan kapasitas enam ton. Pesawat yang tiba Jumat sore itu akan beroperasi sampai dengan 16 Oktober 2015. Setelah itu, pihak Malaysia akan melihat situasi apakah ditarik pulang atau diperpanjang.

Singapura telah mengirimkan satu Heli Chinook dengan kapasitas lima ton yang tiba Sabtu siang. Heli ini akan dioperasikan selama 13 hari yaitu 11-23 Oktober 2015.

Pemegang komando kendali nasional adalah Indonesia/BNPB. Sedangkan Kodal operasi sehari- hari berada pada Komandan Sub Satgas Udara.

Sementara itu, Tim Aju Australia akan tiba di Palembang pada Minggu. Kemudian pesawat "Thor" type Hercules L 100 dengan kapasitas 15 ton diperkirakan akan tiba pada Selasa/Rabu.

Metode pengisian air dengan memompa dari mobil tangki. Pesawat ini hanya dapat dioperasikan selama 5 hari. Sebab, pesawat masih digunakan untuk memadamkan karhutla di NSW Australia.

Selain tiga negara itu, Indonesia masih menunggu konfirmasi bantuan pesawat dari negara lainnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon