Peluncuran Buku
Ben Mboi Selalu Memberi Inovasi dalam Membangun NTT
Sabtu, 17 Oktober 2015 | 00:22 WIB
Jakarta - Indonesia ternyata pernah mempunyai sosok gubernur yang bukan hanya jadi "mesin administratif" semata alias jadi sekadar "tukang stempel". Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata pernah mempunyai kepala daerah yang bukan hanya pandai melaksanakan fungsi administrasi, tapi juga mempunyai visi membangun daerahnya.
Hal itu terungkap dalam acara mengenang 100 hari berpulangnya almarhum Brigjen (Purn) Aloysius Benedictus Mboi, gubernur Provinsi NTT periode 1978-1988. Acara itu sekaligus ajang peluncuran buku tentang almarhum berjudul Ben Mboi Percikan Pemikiran Menuju Kemandirian Bangsa. Buku itu ditulis semasa hidupnya yang diterbitkan oleh penerbit Kelompok Penerbit Gramedia (KPG).
Di acara peluncuran buku Ben Mboi, mendiang suami manntan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, hadir mantan Menteri Negara Otonomi Daerah Ryaas Rasyid, Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman, dan pengamat sosial FX Bambang Ismawan.
Dalam sambutannya, Nafsiah Mboi menceritakan sosok personal seorang Ben, yang menurutnya, merupakan tipe pekerja keras, dan selalu memberikan inovasi dalam membangun NTT.
"Ben Mboi telah melaksanakan beberapa Program Pembangunan NTT, seperti Dana Kesehatan Rakyat, Operasi Nusa Makmur, Operasi Nusa Hijau, Panca Warsa Benah Desa dan lain-lain," kata Nafsiah.
Ben Mboi menulis latar belakang pelaksanaan program ONM dan ONH dengan mengutip pernyataan Multatuli dalam bukunya Max Havelaar bahwa apa yang kita makan, minum, pakai, dan sebagainya, alangkah bahagianya kalau itu bukan pemberian orang, bukan belas kasihan orang, melainkan keringat kita sendiri.
"Singkatnya, Ben Mboi mau mengatakan bahwa masyarakat NTT mestinya mandiri dalam segala hal, minimal dalam hal pemenuhan kebutuhan pokoknya saja," kata Nafsiah.
Nafsiah Mboi juga bercerita bahwa sang suami sangat gemar membaca, hingga mempunyai ribuan koleksi buku pribadi. "Saya sampai iri, katanya, buku itu istri keduanya Ben, sampai-sampai setiap dinas di luar negeri, dia hanya minta tolong belikan buku," imbuh Nafsiah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




