Giliran Nakhoda Kena "Random Check" Narkoba
Minggu, 19 Februari 2012 | 14:55 WIB
Jika ditemukan indikasi penggunaan narkoba, para kapten dan ABK akan langsung ditahan dan dilarang naik kapal
Setelah melakukan random check penggunaan narkoba di dunia penerbangan, Satgas Anti-Narkotika Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mulai melakukan langkah sejenis di sektor transportasi laut.
Mulai hari ini dan seterusnya akan digelar random check kepada para kapten (nakhoda) hingga anak buah kapal (ABK).
Menteri Perhubungan E. E Mangindaan mengungkapkan, jika ditemukan indikasi penggunaan narkoba, para kapten dan ABK akan langsung ditahan dan dilarang naik kapal.
Bila benar-benar terbukti dan positif menggunakan narkoba, izin berlayarnya akan dicabut. Itu tidak akan mengganggu aktivitas pelayaran karena kapten atau perwira pelaut yang ada di kapal itu jumlahnya paling sedikit lima orang.
"Kalau ada perwira kapal yang terindikasi, maka akan dilarang berlayar dan pelayaran akan terus berlangsung, karena masih ada perwira lainnya," tegas Menhub ketika melakukan Gerak Jalan Sehat Anti-Narkoba di Jakarta, hari ini.
Menurut Menhub, untuk sementara uji narkoba dalam random check dilakukan dengan tes urine untuk mengetahui praktik penyalahhgunaan narkoba.
Selain kepada nakhoda dan ABK, uji yang sama juga dilakukan terhadap para Syahbandar dan Kepala Kantor Pelabuhan (Kakanpel) di seluruh Indonesia. "Kalau operator kapalnya di periksa, Syahbandarnya juga," kata dia.
Selain itu, uji random check narkoba juga dilakukan terhadap instruktur dan taruna di seluruh sekolah-sekolah transportasi di Indonesia, baik penerbangan, pelayaran, kereta api (KA), maupun transportasi darat.
Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Kemenhub Bobby R Mamahit menambahkan, pemeriksaan rutin terhadap taruna penerbang dan pelayaran terus dilakukan.
Pemeriksaan itu sudah dilakukan sejak pertama kali si taruna itu mendaftar sebagai calon. Pada saat dilakukan pemeriksaan terbukti mengonsunsi narkoba, langsung dilakukan pemecatan atau drop out.
"Kami sendiri yang langsung turun tangan ke sekolah-sekolah, mengingatkan para taruna untuk tidak mencoba-coba barang haram itu, karena sanksinya dikeluarkan dari sekolah. Pemeriksaan acak dan mendadak cukup ideal menangkal masuknya peredaran narkoba di lingkungan kampus," kata dia.
Menhub juga menegaskan akan mencopot pejabat yang terindikasi mengonsumsi narkoba. Random check narkoba juga telah dilakukan di lingkungan Kemenhub sejak pekan lalu terhadap para pejabat dan pegawai negeri sipil (PNS) di kementerian itu.
Dia juga mengingatkan para operator transportasi untuk berperan aktif melakukan pencegahan masuknya narkoba di lingkungan kerja masing-masing.
Di antaranya dengan lebih memperketat pemeriksaan, pengawasan terhadap awak angkutan. Khusus kepada maskapai diminta lebih aktif dalam mencegah para pilotnya menggunakan narkoba saat bertugas.
Pemeriksaan rutin yang dilakukan setiap tiga bulan tidak cukup menangkal masuknya narkoba, karena itu harus dilakukan setiap hendak bertugas (terbang).
Sebelumnya, pada saat random check di Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu ditemukan tiga orang pilot yang terindikasi mengonsumsi narkoba. Juga ada tiga pilot yang lari tidak mau diperiksa.
Setelah melakukan random check penggunaan narkoba di dunia penerbangan, Satgas Anti-Narkotika Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mulai melakukan langkah sejenis di sektor transportasi laut.
Mulai hari ini dan seterusnya akan digelar random check kepada para kapten (nakhoda) hingga anak buah kapal (ABK).
Menteri Perhubungan E. E Mangindaan mengungkapkan, jika ditemukan indikasi penggunaan narkoba, para kapten dan ABK akan langsung ditahan dan dilarang naik kapal.
Bila benar-benar terbukti dan positif menggunakan narkoba, izin berlayarnya akan dicabut. Itu tidak akan mengganggu aktivitas pelayaran karena kapten atau perwira pelaut yang ada di kapal itu jumlahnya paling sedikit lima orang.
"Kalau ada perwira kapal yang terindikasi, maka akan dilarang berlayar dan pelayaran akan terus berlangsung, karena masih ada perwira lainnya," tegas Menhub ketika melakukan Gerak Jalan Sehat Anti-Narkoba di Jakarta, hari ini.
Menurut Menhub, untuk sementara uji narkoba dalam random check dilakukan dengan tes urine untuk mengetahui praktik penyalahhgunaan narkoba.
Selain kepada nakhoda dan ABK, uji yang sama juga dilakukan terhadap para Syahbandar dan Kepala Kantor Pelabuhan (Kakanpel) di seluruh Indonesia. "Kalau operator kapalnya di periksa, Syahbandarnya juga," kata dia.
Selain itu, uji random check narkoba juga dilakukan terhadap instruktur dan taruna di seluruh sekolah-sekolah transportasi di Indonesia, baik penerbangan, pelayaran, kereta api (KA), maupun transportasi darat.
Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Kemenhub Bobby R Mamahit menambahkan, pemeriksaan rutin terhadap taruna penerbang dan pelayaran terus dilakukan.
Pemeriksaan itu sudah dilakukan sejak pertama kali si taruna itu mendaftar sebagai calon. Pada saat dilakukan pemeriksaan terbukti mengonsunsi narkoba, langsung dilakukan pemecatan atau drop out.
"Kami sendiri yang langsung turun tangan ke sekolah-sekolah, mengingatkan para taruna untuk tidak mencoba-coba barang haram itu, karena sanksinya dikeluarkan dari sekolah. Pemeriksaan acak dan mendadak cukup ideal menangkal masuknya peredaran narkoba di lingkungan kampus," kata dia.
Menhub juga menegaskan akan mencopot pejabat yang terindikasi mengonsumsi narkoba. Random check narkoba juga telah dilakukan di lingkungan Kemenhub sejak pekan lalu terhadap para pejabat dan pegawai negeri sipil (PNS) di kementerian itu.
Dia juga mengingatkan para operator transportasi untuk berperan aktif melakukan pencegahan masuknya narkoba di lingkungan kerja masing-masing.
Di antaranya dengan lebih memperketat pemeriksaan, pengawasan terhadap awak angkutan. Khusus kepada maskapai diminta lebih aktif dalam mencegah para pilotnya menggunakan narkoba saat bertugas.
Pemeriksaan rutin yang dilakukan setiap tiga bulan tidak cukup menangkal masuknya narkoba, karena itu harus dilakukan setiap hendak bertugas (terbang).
Sebelumnya, pada saat random check di Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu ditemukan tiga orang pilot yang terindikasi mengonsumsi narkoba. Juga ada tiga pilot yang lari tidak mau diperiksa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




