Infovesta: Industri Reksa Dana Bertumbuh Tahun Depan
Kamis, 26 November 2015 | 22:17 WIB
Jakarta – PT Infovesta Utama memproyeksikan industri reksa dana bertumbuh tahun depan. Pertumbuhan terjadi dari sisi dana kelolaan (asset under management/ AUM) maupun dari sisi unit penyertaan.
Analis Infovesta Utama Praska Putrayanto mengungkapkan, pertumbuhan industri reksa dana akan ditopang oleh membaiknya sentimen-sentimen dari dalam maupun luar negeri. Hal tersebut seiring dimulainya berbagai upaya pemerintah maupun bank sentral sejumlah negara besar untuk menggenjot pemulihan ekonomi.
"Pilihan reksa dana yang terbaik harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing serta kebutuhan likuiditasnya," ungkap Praska kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (26/11).
Membaiknya sentimen-sentimen domestik dan global juga akan mendongkrak kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) tahun depan. Dia memprediksi IHSG tahun depan akan tumbuh 10,9%- 14,2%.
Sementara itu, pasar surat utang negara (SUN) tahun depan juga diproyeksikan bakal bergairah. Dia memprediksi pasar SUN melalui government bond inddex (IGBF) bakal tumbuh 7,2% - 8%.
Industri reksadana diperkirakan bakal tumbuh mengikuti pasar saham dan SUN. Praska memprediksi return reksadana saham melalui Infovesta equity index akan tumbuh sebesar 11,3% - 14,8%. Sedangkan return reksadana campuran melalui Infovesta balanced funds index diproyeksikan tumbuh 9,4% - 11,6%.
"Industri reksadana pendapatan tetap melalui Infovesta fixed income funds indeks diperkirakan tumbuh 7% - 7,7%," ungkapnya.
Sedangkan untuk November – Desember tahun ini, Praska meproyeksikan return reksadana saham akan tumbuh sebesar 2,4% - 4%, reksadana campuran sebesar 1,9% - 3,0% dan reksadana pendapatan tetap sebesar 1,3% - 1,6%.
Sebelumnya dikabarkan, infovesta Infovesta menawarkan jasa kepada para dana pensiun untuk membantu dalam perhitungan risiko investasi dalam bentuk aplikasi IRMA (Investment Risk Management Application)
IRMA merupakan aplikasi yang menghitung risiko portofolio sesuai dengan standar ISO 31000. Aplikasi ini ditujukan untuk investor yang membutuhkan analisa risiko lebih mendalam seperti Investor institusi yang umumnya memiliki divisi manajemen risiko.
IRMA menghitung risiko untuk instrumen Saham, Obligasi, Reksa dana, kesehatan Bank, Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dan juga penempatan investasi langsung. Aplikasi ini mampu menilai risiko individual per instrumen dan juga menghitung risiko total portfolio.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




