Akbar Tandjung Harapkan Presiden Mendatang dari HMI

Jumat, 27 November 2015 | 20:03 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung (Antara/Vitalis Yogi Trisna)

Banjarmasin - Mantan Ketua DPR RI H Akbar Tandjung mengharapkan, presiden atau menjadi orang pertama di negeri ini berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Harapan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu diungkapkannya saat seminar nasional dengan tema "Menggali Peran Prof Drs H Lafran Pane Dalam Lintasan Sejarah Perjuangan Bangsa" di Graha Abdi Persada Banjarmasin, Jumat (27/11).

"Tidak tertutup kemungkinan pada saatnya nanti orang-orang dari HMI menjadi Presiden Republik Indonesia," kata Akbar Tandjung.

Pasalnya, lanjut mantan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tersebut, HMI sebuah organisasi yang cukup besar dalam mempersiapkan calon-calon pemimpin bangsa ini.

Sebagai contoh Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla dan beberapa Menteri sejak kepemimpinan nasional Presiden Soekarno hingga sekarang, pernah ikut organisasi HMI, antara lain dirinya sendiri yang pernah menjadi Menteri Negara Perumahan Rakyat.

Masih banyak kader HMI yang masuk berbagai partai politik, kemudian menjadi orang penting di republik ini, tak bisa kita sebutkan satu persatu, demikian Akbar Tandjung.

Seminar nasional bertema: "Menggali Peran Prof Drs H Lafran Pane Dalam Lintasan Sejarah Perjuangan Bangsa" dan dilaksanakan Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (KAHMI) Kalsel itu, sebagai bahan masukan pengusulan Lafran Pane untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Selain sebagai pendiri HMI, Lafran Pane ketika mudanya juga ikut pergerakan melawan penjajah Belanda atau perintis kemerdekaan, revolusi fisik mempertahankan/menegakkan kemerdekaan Indonesia.

Almarhum Lafran lahir di Padang Sidempuan, Sumatera Utara 5 Februari 1922 meninggal dunia di Yogjakarta, 24 Januari 1991, pernah mengecap pendidikan tinggi antara lain di Sekolah Tinggi Islam (STI) yang kini bernama Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta.

Dialog pada seminar nasional itu dipandu mantan Ketua Umum Badko HMI Kalselteng Redhani Azhari dan penampilkan penyair Ibrahim Amandit (72) alumnus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jogajakarta, yang mantan anggota organisasi tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon