Pemabuk dan Petugas TPS Hilang Warnai Pilkada di Papua

Rabu, 9 Desember 2015 | 13:11 WIB
FA
FB
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: FMB
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti (kanan) memantau pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (PIlkada) melalui layar monitor di Mabes Polri, Jakarta, 9 Desember 2015.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti (kanan) memantau pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (PIlkada) melalui layar monitor di Mabes Polri, Jakarta, 9 Desember 2015. (Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta -- Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menggelar video conference untuk memantau pelaksanaan Pilkada serentak di seluruh Indonesia dari Mabes Polri Rabu (9/12).

Sejumlah Kapolda di tanah air pun melaporkan keamanan dan ketertiban di wilayahnya masing-masing termasuk Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw.

"Tadi pagi ada sediki gesekan di Keerom, saat ada pelaku yang dalam keadaan mabuk mendatangi TPS. Bersyukur bisa ditangani dan pelaku dibawa ke Polres. Situasi sekarang ini aman terkendali disana," kata Palus.

Hal lain yang dilaporkan jenderal bintang dua itu adalah peristiwa di distrik Towe Hitam, Keerom. Yaitu saat tujuh orang petugas KPPS dan dua orang anggota polisi yang hendak bertugas di sana hilang kontak hingga saat ini.

"Mereka berangkat sejak 3 Desember lalu dengan menggunakan pesawat terbang ke sana. Sudah sampai di bandara tapi masih jalan kaki sekitar 15 jam ke distrik itu. Tapi hingga siang ini, sudah 5 hari berjalan, tidak ada kabar," lanjutnya.

Laporan terakhir mereka berada di tengah hutan dan tidak bisa meneruskan perjalanan karena terhadang hujan deras dan banjir. Untuk itu Paulus berjanji akan berupaya memastikan keadaan mereka.

Pasalnya daerah itu dikenal sebagai daerah rawan. Beberapa saat lalu ada gangguan keamanan terkait dua warga negara Indonesia yang diculik OPM dan sempat dibawa ke Papua Nugini dari wilayah tersebut.

Hal lain yang dilaporkan Paulus adalah logistik Pilkada untuk Supiori, Biak baru sampai kemarin pukul 01.00 WIT dengan menggunakan kapal. Lalu sebagian dari logistik itu berhasil sampai di Kepulauan Mapia pada pukul 06.00 WIT tadi.

"Lalu di Kabupaten Yahukimo dan Nabire ada beberapa lokasi yang belum bisa dilakukan pemungutan karena hujan. Tapi logistik di sana sudah ada. Sistim noken diberlakukan di Yahukimo," sambungnya.

Mendengarkan pemaparan itu, khusus untuk di Towe Hitam, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memerintahkan Paulus untuk memastikan keselamatan sembilan orang itu.

"Tolong dicari karena mengkhawatirkan. Sewa airlines atau pakai helikopter untuk mengecek mereka itu ada di mana," perintahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon