Hanya Reksa Dana "Fixed Income" yang Mampu Bertumbuh
Selasa, 5 Januari 2016 | 22:55 WIB
Jakarta – Reksa dana pendapatan tetap (fixed income) mampu mencetak tingkat pengembalian investasi (return) rata-rata sebesar 3% selama 2015. Meski relatif rendah, reksa dana fixed income menjadi satu-satunya jenis reksa dana yang bertumbuh.
Adapun reksa dana saham minus 14,54% dan reksa dana campuran minus 7,07%. Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang tahun lalu terpangkas sebesar 12,13%.
Berdasarkan data Infovesta Utama, return reksa dana fixed income tercermin pada Infovesta Fixed Income Fund Index. Pertumbuhan itu sejalan dengan kenaikan indeks surat utang negara (SUN) dan indeks obligasi korporasi masing-masing sebesar 3,91% dan 7,07%.
Analis Infovesta Utama Beben Feri Wibowo mengatakan, kinerja reksa dana fixed income dan pasar uang tahun lalu cenderung lebih baik ketimbang reksa dana saham dan campuran yang didominasi portofolio saham.
Namun tidak dipungkiri, kinerja reksa dana fixed income yang positif sempat terhambat peningkatan imbal hasil (yield) SUN. "Hal itu seiring dengan data ekonomi yang mengecewakan khususnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," kata Beben kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (5/1).
Meski demikian, tahun ini, kinerja reksa dana saham dan campuran berpotensi mencetak return yang lebih tinggi dibandingkan dengan fixed income dan pasar uang. Hal itu dapat terjadi dengan syarat pemerintah memberikan kebijakan yang efektif untuk mewujudkan prediksi data ekonomi 2016 yang lebih baik seperti pertumbuhan ekonomi berdasarkan APBN yang mencapai 5,3%.
Selain itu, kurs rupiah harus stabil dan pemerintah harus mampu meluncurkan kebijakan yang efektif untuk memacu pembangunan infrastruktur dan daya beli masyarakat. "Dengan begitu, bisa berdampak positif terhadap kinerja keuangan emiten," tutur dia.
Tidak kalah pentingnya adalah kebijakan yang efektif untuk menghadapi sentimen negatif global seperti pelambatan ekonomi Tiongkok dan isu kenaikan lagi suku bunga acuan AS oleh The Fed pada 2016.
Sementara itu, mengenai dana kelolaan (asset under management/AUM), Infovesta Utama memproyeksikan acuan industri reksa dana itu bertumbuh tahun ini. Pertumbuhan juga diprediksi terjadi pada unit penyertaan.
Analis Infovesta Utama Praska Putrayanto mengungkapkan, pertumbuhan industri reksa dana akan ditopang oleh membaiknya sentimen-sentimen dari dalam maupun luar negeri. Hal tersebut seiring dengan berbagai upaya pemerintah maupun bank sentral sejumlah negara besar untuk menggenjot pemulihan ekonomi.
"Pilihan reksa dana yang terbaik harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing serta kebutuhan likuiditasnya," ungkap Praska.
Membaiknya sentimen-sentimen domestik dan global juga akan mendongkrak kinerja IHSG tahun ini. Dia memprediksi IHSG tahun ini tumbuh 10,9-14,2%.
Sementara itu, pasar surat utang negara (SUN) tahun ini juga diproyeksikan bakal bergairah. Dia memprediksi pasar SUN melalui Indonesia government bond index (IGBF) bakal tumbuh 7,2-8%.
Industri reksa dana, menurut dia, bakal tumbuh mengikuti pasar saham dan SUN. Dia memprediksi return reksa dana saham melalui Infovesta Equity Index sebesar 11,3-14,8%. Sedangkan return reksa dana campuran melalui Infovesta Balanced Funds Index diproyeksi sebesar 9,4-11,6%.
"Return reksa dana pendapatan tetap melalui Infovesta Fixed Income Funds Index diperkirakan sebesar 7-7,7%," ujar Praska.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




