Saha: Ferguson Sempat Membuatku Tuli
Rabu, 29 Februari 2012 | 03:24 WIB
Louis Saha memang tak lagi membela Manchester United, tapi perlakuan unik Alex Ferguson saat menanganinya tak pernah dilupakan striker asal Prancis ini.
Salah satu momen yang diingat striker 33 tahun ini adalah saat ia berhasil mencetak dua gol tapi Ferguson tetap membentak-bentaknya di waktu istirahat.
Perlakuan Ferguson yang disebut dengan hairdyer treatment ini memang sudah begitu tenar bagi para pemain serta mantan pemain MU. Bahkan kepindahan David Beckham dari MU ketika itu disebut-sebut juga terjadi karena hairdyer treatment Ferguson.
"Saat aku masuk ke kamar ganti, aku merasa begitu bangga. Tapi begitu aku duduk, aku terjaga dengan kondisi yang begitu kasar - Alex Ferguson membentak-bentakku hingga kuping ini terasa tuli," ungkap Saha.
"Aku merasa terkejut, tapi memang benar ia berteriak-teriak dan membentakku. Ia begitu marah dan aku dengan cepat mengerti mengapa. Ia merasa tak senang dengan cara kami unggul tiga gol. Padahal kami seharusnya sudah memastikan kemenangan."
Laga itu sebenarnya menjadi pertandingan kedua bagi Saha yang kini membela Tottenham Hotspur. Pada pertandingan 7 Februari 2004 melawan Everton itu, Saha sudah mencetak dua gol di babak pertama pada laga Premier League di Goodison Park tersebut.
"Ia merasa marah karena aku gagal memanfaatkan peluang serta mengingatkan kalau ini adalah sepak bola di level tertinggi. Aku terbangun dengan kondisi yang lebih kaget karena 45 menit kemudian Everton berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Hanya Ruud van Nistelrooy yang membantuku lolos dari mimpi buruk - dengan golnya di masa injury time," papar Saha lebih lanjut.
Pengalaman Saha selama empat setengah tahun membela MU begitu berkesan baginya. Saha yang justru lebih sering absen karena cedera bahkan merasakan kalau Ferguson membantunya menjadi pemain yang lebih hebat. Pengalaman Saha tersebut diutarakan penyerang kelahiran Paris itu dalam buku terbarunya 'Du quartier aux etoiles' yang jika diterjemahkan berarti 'Dari kota kecil ke bintang-bintang'.
Tapi Saha justru berterima kasih kepada Ferguson, karena pelatih asal Skotlandia itu menghargainya sebagai seorang manusia. Kendati sebagian besar kariernya di Old Trafford, ia lebih sering dihantam cedera, Ferguson meyakinkan Saha kalau ia pemain yang hebat yang mampu bersaing di tim utama.
Salah satu momen yang diingat striker 33 tahun ini adalah saat ia berhasil mencetak dua gol tapi Ferguson tetap membentak-bentaknya di waktu istirahat.
Perlakuan Ferguson yang disebut dengan hairdyer treatment ini memang sudah begitu tenar bagi para pemain serta mantan pemain MU. Bahkan kepindahan David Beckham dari MU ketika itu disebut-sebut juga terjadi karena hairdyer treatment Ferguson.
"Saat aku masuk ke kamar ganti, aku merasa begitu bangga. Tapi begitu aku duduk, aku terjaga dengan kondisi yang begitu kasar - Alex Ferguson membentak-bentakku hingga kuping ini terasa tuli," ungkap Saha.
"Aku merasa terkejut, tapi memang benar ia berteriak-teriak dan membentakku. Ia begitu marah dan aku dengan cepat mengerti mengapa. Ia merasa tak senang dengan cara kami unggul tiga gol. Padahal kami seharusnya sudah memastikan kemenangan."
Laga itu sebenarnya menjadi pertandingan kedua bagi Saha yang kini membela Tottenham Hotspur. Pada pertandingan 7 Februari 2004 melawan Everton itu, Saha sudah mencetak dua gol di babak pertama pada laga Premier League di Goodison Park tersebut.
"Ia merasa marah karena aku gagal memanfaatkan peluang serta mengingatkan kalau ini adalah sepak bola di level tertinggi. Aku terbangun dengan kondisi yang lebih kaget karena 45 menit kemudian Everton berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Hanya Ruud van Nistelrooy yang membantuku lolos dari mimpi buruk - dengan golnya di masa injury time," papar Saha lebih lanjut.
Pengalaman Saha selama empat setengah tahun membela MU begitu berkesan baginya. Saha yang justru lebih sering absen karena cedera bahkan merasakan kalau Ferguson membantunya menjadi pemain yang lebih hebat. Pengalaman Saha tersebut diutarakan penyerang kelahiran Paris itu dalam buku terbarunya 'Du quartier aux etoiles' yang jika diterjemahkan berarti 'Dari kota kecil ke bintang-bintang'.
Tapi Saha justru berterima kasih kepada Ferguson, karena pelatih asal Skotlandia itu menghargainya sebagai seorang manusia. Kendati sebagian besar kariernya di Old Trafford, ia lebih sering dihantam cedera, Ferguson meyakinkan Saha kalau ia pemain yang hebat yang mampu bersaing di tim utama.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




