Return Reksa Dana Fixed Income Masih Unggul
Senin, 1 Februari 2016 | 21:12 WIB
Jakarta – Rerata tingkat pengembalian investasi (return) reksa dana pendapatan tetap (fixed income) sepanjang Januari tahun ini tercatat sebesar 1,9%. Return reksa dana fixed income tetap unggul dibandingkan reksa dana saham yang minus 0,15% dan campuran yang sebesar 0,48%.
Berdasarkan data Infovesta Utama, rata-rata return reksa dana fixed income terepresentasi dari Infovesta fixed income fund index. Pertumbuhan return reksa dana fixed income tetap lebih tinggi dibandingkan Infovesta government bond index yang sebesar 1,43% dan Infovesta corporate bond index sebesar 0,65%.
"Pertumbuhan reksa dana fixed income ditopang oleh kinerja surat utang negara (SUN) dan obligasi korporasi. Masing-masing tumbuh positif 1,43% dan 0,65%," kata analis Infovesta Utama Beben Feri Wibowo kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (1/2).
Lebih lanjut dia mengatakan, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) dan suku bunga acuan (BI rate) menjadi sentimen positif terhadap pasar SUN.
Sementara itu, return reksa dana saham lebih rendah dibandingkan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 0,48%. Beben mengakui bahwa minusnya return reksa dana saham, karena pasar saham masih tertekan.
Pelemahan pasar saham tidak terlepas dari penurunan harga minyak mentah dunia. Harga minyak sempat menyentuh level US$ 30 per barel pada Januari tahun ini. "Serta terpengaruh tekanan kondisi ekonomi Tiongkok," ujar dia.
Beben mengungkapkan bahwa ada potensi return reksa dana saham bulan ini bakal positif. Hal itu dapat terjadi dengan harapan pemerintah memberikan kebijakan lanjutan yang dapat menggairahkan pasar saham. Kebijakan yang dapat menggairahkan pasar saham di antaranya penurunan lanjutan BI rate dan jika bisa penurunan lanjutan harga BBM.
Infovesta Utama memproyeksikan industri reksa dana bertumbuh tahun ini. Pertumbuhan industri reksa dana bakal terjadi dari sisi dana kelolaan (asset under management/AUM) maupun dari sisi unit penyertaan.
Pertumbuhan industri reksa dana akan ditopang oleh membaiknya sentimen-sentimen dari dalam maupun luar negeri. Hal tersebut seiring dengan berbagai upaya pemerintah maupun bank sentral sejumlah negara besar untuk menggenjot pemulihan ekonomi.
"Pilihan reksa dana yang terbaik harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing serta kebutuhan likuiditasnya," ungkap analis Infovesta Utama Praska Putrayanto.
Membaiknya sentimen-sentimen domestik dan global juga akan mendongkrak kinerja IHSG tahun ini. Dia memprediksi IHSG tahun ini tumbuh 10,9-14,2%.
Sementara itu, tahun ini, SUN juga diproyeksi bakal bergairah. Praska memprediksi pasar SUN yang tercermin pada government bond index tumbuh 7,2-8%.
Industri reksa dana bakal tumbuh mengikuti pasar saham dan SUN. Dia memprediksi return reksa dana saham melalui Infovesta equity index akan tumbuh sebesar 11,3-14,8%. Sedangkan return reksa dana campuran melalui Infovesta balanced funds index diproyeksikan tumbuh 9,4-11,6%.
"Industri reksa dana pendapatan tetap melalui Infovesta fixed income funds index diperkirakan tumbuh 7-7,7%," ungkap dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




