Saran CEO Tokopedia Hadapi Pengguna e-Commerce Nakal
Kamis, 24 Maret 2016 | 13:49 WIB
Jakarta - CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, mengungkapkan, industri e-Commerce yang berbasis Internet rawan dengan kampanye negatif. Pasalnya, kata dia, internet merupakan dunia yang sangat luas dan terbuka. Siapa saja bisa mengunggah konten apa pun, termasuk konten negatif dengan maksud merusak reputasi lawan.
"Untuk mencegah terjadinya hal demikian, pemerintah perlu mengeluarkan peraturan yang secara tegas mengatur hal tersebut. Salah satu peraturan yang bisa diadopsi pemerintah untuk melindungi pemain e-Commerce di Indonesia adalah Safe Harbour Policy," ujar William dalam surat elektronik yang diterima Beritasatu.com, Kamis (24/3).
Kebijakan ini, lanjut dia, awalnya dikeluarkan pada 1998 di Amerika Serikat untuk melindungi para pembuat platform berbasis digital di Internet. Dengan kebijakan ini, kata William, platform tersebut memiliki filter yang bisa mencegah pengguna (user) nakal menggunakan celah untuk melakukan kegiatan yang merusak.
William memberi contoh, beberapa waktu lalu masyarakat dikejutkan dengan adanya iklan penjualan bayi di salah satu toko online terkemuka Indonesia. Masyarakat pun langsung bereaksi dan mengecam e-Commerce tersebut yang kemudian harus berhadapan dengan hukum, baik hukum negara maupun hukum sosial.
Keberadaaan Safe Harbour Policy, menurut William, bisa melindungi pemain e-Commerce dari kejadian tersebut. Sebagai contoh, apabila ada pengguna Facebook atau YouTube yang mengunggah konten yang mengganggu, maka yang mendapat sanksi harusnya si penggunggah.
"Demikian pula dengan kejadian penjualan bayi tersebut. Harus ditelusuri siapa yang menggunggah dan berikan sanksi kepada pengunggah tersebut. Bisa saja itu dilakukan oleh kompetitor," kata William yang akan menjadi pembicara dalam acara Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) tanggal 27–29 April mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang.
Tanpa adanya Safe Harbour Policy, lanjutnya, para pemain e-Commerce Indonesia bisa melakukan persaingan tak sehat dan saling menghancurkan, dan ujungnya justru melemahkan potensi bisnis itu sendiri.
"Dengan adanya kepastian perlindungan dari pemerintah dalam bentuk peraturan atau kebijakan yang mendukung, maka akan bermunculan platform baru yang bisa memunculkan daya saing yang tinggi demi menjadi yang terbaik," tambah William.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




