Petani Bengkulu Selatan Mulai Kembangkan Padi Merah

Minggu, 27 Maret 2016 | 21:41 WIB
U
YD
Penulis: Usmin | Editor: YUD
Ilustrasi sawah
Ilustrasi sawah (Antara)

Bengkulu - Para petani di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, mulai mengembangkan tanaman padi merah untuk memproduksi beras merah karena harganya lebih mahal dibanding dengan beras biasa.

Tanaman padi merah ini mulai dikembangkan sejak dua tahun lalu oleh petani di Kecamatan Bunga Mas di atas lahan puluhan hektare. Panen raya tanaman padi tersebut, dilakukan Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, di Desa Bunga Mas, Minggu (27/3).

Panen raya padi merah tersebut berlangsung dihamparan sawah di Desa Bunga Mas. Tingkat produktivitas tanaman padi cukup bagus mencapai 4,5-5 ton gabah keringi giling (KGK) per hektare.

"Saya berharap petani di Bengkulu Selatan terus memperluas areal tanaman padi merah, sehingga daerah ini ke depan akan menjadi salah satu daerah penghasil beras merah di Tanah Air," ujarnya.

Selain itu, menanam padi merah dapat meningkatkan pendapatan petani, karena harga beras merah cukup mahal dibanding dengan beras biasa. "Apalagi tanaman padi merah di Bengkulu Selatan cukup tinggi mencapai 5 ton GKG/hektare, sehingga diyakini dapat meningkatkan pendapatan petani setempat," ujarnya.

Gusnan menambahkan, beras merah memilik beberapa keunggulan dari beras biasa, di antaranya memiliki serat tinggi, sehingga sangat cocok dikonsumsi untuk diet, serta penderita penyakit diabetes.

Karena itu, harga beras merah sampai saat ini masih tinggi diatas Rp 15.000/kg, serta beras tersebut kebanyakan dijual di supermarket dan pasar swalayan yang ada di Tanah Air. Hal ini terjadi karena petani menanam padi merah masih langka.

"Saya berharap petani di Bengkulu Selatan terus mengembangkan padi merah agar ke depan produksi beras merah terus meningkat, sehingga daerah ini dikenal sebagai penghasil beras merah di Tanah Air," ujarnya.

Salah seorang petani Desa Bunga Mas, Agustam (45), mengatakan, tanaman padi merah dikembangkan petani di lahan tadah hujan, dan tingkat produktivitas cukup bagus mencapai 5 ton GKG/hektare.

Tanaman padi merah mulai dikembangkan petani Bunga Mas sejak dua tahun lalu, dan hasil panen cukup lumayan bisa meningkatkan pendapatan petani karena harga beras merah di Bengkulu Selatan tinggi diatas Rp 15.000/kg.

"Kami akan terus menanam padi merah karena selain produktivitas tinggi juga harganya tinggi, sehingga pendapatan petani meningkat dibanding menanam padi jenis IR 64," ujarnya.

Meski demikian, petani di Kecamatan Bunga Mas selain menanam padi merah juga tetap mengembangkan padi IR 64, karena harga beras tersebut di pasaran masih lumayan tinggi," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon