Tiga Skenario Hilangnya EgyptAir 804
Jumat, 20 Mei 2016 | 11:53 WIB
Kairo - Sejumlah analis penerbangan memaparkan ada tiga skenario penyebab hilangnya pesawat EgypttAir nomor penerbangan 804 di perairan Laut Mediterania, pada Kamis (19/5) dinihari waktu setempat. Diduga kuat, pesawat mendadak hilang kontak akibat adanya aksi atau serangan teroris daripada kesalahan teknis.
Analis Penerbangan, Les Abend, mengatakan ada tiga skenario yang menyebabkan pesawat mendadak hilang kontak dengan menara pengawas, yakni akibat ledakan, terjadi sabotase, atau pesawat kehilangan kendali.
"Kita masih berada di tahap awal penyelidikan. Tapi dengan melihat catatan bahwa pesawat tiba-tiba berputar 360 derajat sebelum hilang kontak, saya rasa ini bukan sesuatu yang akan dilakukan saat keadaan darurat, kecuali pilot kehilangan kendali pesawat," kata Abend kepada CNN.
Sejumlah analis juga mengatakan hal serupa. Diperkirakan pesawat tersebut kemungkinan meledak akibat serangan bom atau terjadi aksi pembajakkan, sehingga pilot dan awak pesawat tak dapat mengirimkan panggilan bahaya ke menara pengawas.
Analis Penerbangan CNN, Miles O'Brien, mengatakan sangat sulit untuk menduga bahwa ada kesalahan teknis yang menyebabkan pesawat mendadak hilang kontak dengan menara pemantau. "Jelas ada skenario yang membuat kita dapat menyimpulkan bahwa ini adalah tindakan yang disengaja," ujar O'Brien.
Menteri Penerbangan Sipil Mesir, Sharif Fathi, mengatakan ada dua kemungkinan yang menyebabkan pesawat menghilang dari radar pemantau secara tiba-tiba, yakni akibat masalah teknis atau serangan teroris.
"Tapi jika Anda menganalisa situasi ini sesuai catatan manivestasi dan pemeriksaan pesawat ini, kemungkinan adanya serangan teror lebih tinggi daripada masalalah teknis," kata Sharif, kepada wartawan, di Kairo, Kamis.
Pejabat Amerika Serikat (AS) menyampaikan dua teori mengenai hilangnya pesawat EgyptAir 804, yakni akibat ledakan bom atau pembajakan yang memaksa pilot terpaksa mengalihkan pesawat itu dari rute sebenarnya.
Hingga kini, pencarian terus dilakukan, setelah pihak EgypAir mengonfirmasi puing yang ditemukan di bagian tenggara Yunani bukan bagian potongan pesawat naas itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




