Calon Kepala BIN Diminta Antisipasi Ancaman Proxy War
Senin, 5 September 2016 | 18:41 WIB
Jakarta - Anggota Komisi I DPR, Arif Suditomo menilai, tantangan calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Budi Gunawan (BG) adalah bagaimana persaingan dan interaksi global versus kepentingan nasional. Terlebih saat ini, proxy war adalah hal yang selama ini diributkan yang melemahkan bangsa.
"Proxy war justru melemahkan ekonomi pertahanan budaya kita sebagai bangsa, mungkin kita tidak sadar putera-puteri kita senang produk dan budaya asing. Artinya, pertahanan budaya kita jebol," kata Arif dalam diskusi "Pergantian Kepala BIN dan Membangun Intelijen Profesional" yang digagas Center For Law Defense and Security Studies (CLDS), Senin (5/9) di Jakarta.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura itu mengingatkan, terlalu banyak budaya impor masuk ke Indonesia yang artinya sebagian ekonomi bangsa tertembus dan hal ini merupakan bagian dari proxy war. Sehingga, harus dilakukan antisipasi kedepannya.
Diingatkan, proxy war adalah masalah yang harus diperangi bersama meskipun terorisme dan narkoba memang penting. Namun, jangan lupa ada perang yang tidak pakai senjata dan alutsista tapi ini adalah bagian dari perang global.
Seperti diketahui, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno telah menyerahkan surat pencalonan tunggal Budi Gunawan sebagai Kepala BIN dan diterima oleh Ketua DPR Ade Komarudin yang didampingi Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Gedung DPR pada Jumat (2/9) lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




