11 Calon Kepala Daerah dari PDIP Siap Menangkan Pilkada Papua 2017
Jumat, 16 September 2016 | 17:16 WIB
Sentani - Seluruh calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Papua siap menghadapi pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2017. Sebelas calon kepala daerah yang diusung PDIP, yang terdiri atas 10 kabupaten dan 1 kotamadya, melakukan deklarasi perjuangan untuk melaksanakan rekomendasi yang diberikan DPP PDIP untuk memenangkan pilkada serentak 2017.
Seusai deklarasi, para calon menandatangani komitmen para calon kepala daerah di atas materai. Deklarasi para calon itu dilakukan setelah Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyerahkan surat rekomendasi dari DPP PDIP yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri saat Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) DPD PDIP Provinsi Papua di Sentani, Jayapura, Jumat (16/9).
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan yang juga Kepala Sekolah PDIP Komarudin Watubun bersama Ketua DPD PDIP Provinsi Papua Edoardus Kaize serta seluruh pengurus DPD PDIP Provinsi Papua serta para calon dan para bupati asal PDIP turut hadir di Rakerdasus.
Komarudin mengatakan, penyerahan rekomendasi dan pembacaan deklarasi sebagai pertanggungjawaban publik PDIP bahwa mekanisme berjenjang berakhir dengan keluarnya rekomendasi. "Setelah rekomendasi diberikan, saatnya seluruh kader merapatkan barisan memenangkan pilkada di Papua. DPP PDIP telah membekali para calon melalui sekolah partai," ujar Komarudin.
"Para kader jangan tidur. Saatnya konsolidasi. Ilmu yang diberikan di sekolah partai sudah cukup tinggi dan saatnya ilmu itu diterapkan di pilkada," lanjutnya.
Bupati Boven Digoel, Benediktus Tambonop yang hadir di Rakerdasus didapuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk memberikan testimoni mengenai sekolah partai PDIP sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh calon yang akan berkompetisi di pilkada 2017.
"Sekolah partai memiliki manfaat yang sangat besar dan mengubah cara pandang saya. Termasuk, soal uang untuk kampanye. Setelah menyelesaikan sekolah partai, saya mempunyai kesimpulan bahwa landasan utama perjuangan untuk maju menjadi bupati adalah niat. Niat harus baik serta dibungkus doa dan keyakinan yang luar biasa. Lalu, didorong perjuangan yang tidak mau kalah. Semua distrik saya masuki. Itu yang diajarkan di sekolah partai. Tak perlu keluar uang banyak, tetapi memang perjuangan harus keras," tuturnya.
Benediktus menguraikan metode dan contoh konkret yang dilakukannya saat menjalani pilkada serentak 2015. "Pemimpin yang baik tidak membagi-bagikan uang, tetapi membagi-bagikan peluang untuk mendapatkan uang. Karena, uang sebentar saja akan habis," tuturnya.
Calon petahana Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano juga mengatakan, dirinya semakin tahu bagaimana mempersiapkan diri untuk menghadapi pilkada mendatang. Jadi, tidak semata menjadi kandidat, Benhur mengaku dirinya bisa berperan seperti manajer bagi tim suksesnya untuk menyusun strategi pemenangan pilkada.
Hasto mengatakan, DPP PDIP bersama seluruh pasangan calon yang diusung akan bergotong royong dalam pendanaan kampanye pilkada. Selain itu, semangat gotong royong juga untuk menekan biaya kampanye dan menghindari investor politik yang bisa mengintervensi pasangan calon bila kelak terpilih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




