Empat Catatan Wali Kota Bogor Atasi Kemacetan

Selasa, 20 September 2016 | 20:01 WIB
VS
FH
Penulis: Vento Saudale | Editor: FER
Informasi apikakasi navogasi waze yang menyebutkan Bogor nomor dua terburuk dalam berkendara akibat macet.
Informasi apikakasi navogasi waze yang menyebutkan Bogor nomor dua terburuk dalam berkendara akibat macet. (Beritasatu.com/Vento Saudale)

Bogor - Ada empat catatan yang diberikan Wali Kota Bogor Bima Arya saat memimpin briefing staf yang secara khusus membahas soal transportasi di Ruang Paseban Sri Bima, Selasa (20/09). Tidak hanya meminta perhatian serius Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ), namun Bima juga meminta agar persoalan itu turut menjadi fokus perhatian dinas lainnya hingga aparatur di wilayah.

"Pertama, saya meminta kepada teman-teman di wilayah untuk mendata titik-titik kemacetan di wilayahnya masing-masing dan dianalisis kemudian berikan rekomendasinya harus bagaimana. Dan saya minta minggu ini untuk diserahkan ke DLLAJ," kata Bima.

Catatan yang kedua, dirinya meminta agar semua pekerjaan atau kegiatan fisik dari dinas yang bisa menimbulkan potensi kemacetan harus dikoordinasikan dengan baik. Hal itu tidak lain supaya dapat diambil langkah antisipasi dan bisa diinformasikan kepada masyarakat.

"Hal yang ketiga, ini soal fokus di pusat kota kaitan dengan Sistem Satu Arah (SSA) yang kini mulai ramai kembali dibicarakan, dan diduga ini seiring keluarnya hasil survei oleh Waze (aplikasi navigasi dan lalu lintas). Maka saya meminta kepada Kepala DLLAJ untuk mempermanenkan SSA ini dengan beberapa catatan," papar Bima.

Oleh sebab itu, masih berkaitan dengan masalah SSA tersebut, Bima meminta supaya jalur-jalur alternatif disterilkan dari sejumlah kendala seperti parkir liar, angkot yang ngetem, dan pedagang kaki lima (PKL).

"Karena memang tidak sterilnya jalur alternatif Sistem Satu Arah (SSA) ini karena PKL, angkot yang ngetem, dan parkir liar," imbuhnya seraya meminta kepada Kepala DLLAJ soal komitmen SSA untuk diperkuat kembali.

Catatan yang terakhir, Bima meminta perhatian khusus juga dari Satpol PP, DLLAJ, para camat dan lurah mengenai parkir kendaraan di sekeliling Kebun Raya Bogor (KRB). Ia meminta supaya Kepala DLLAJ menyiapkan kantong-kantong parkir yang memadai.

"Kita juga akan menagih janji kembali kepada IPB dan Botani untuk membersihkan area pool Damri agar bisa digunakan sebagai tempat parkir bus wisata," tegasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon