Soal Riau dan Krishna, Ini Penjelasan Mabes Polri
Sabtu, 24 September 2016 | 07:55 WIB
Jakarta- Gerbong Polri bergerak lagi dalam rangkaian kosongnya kursi kepala divisi (Kadiv) Propam yang ditinggal Irjen Mochamad Iriawan dan baru dilantik sebagai kapolda Metro Jaya, Jumat (23/9). Dalam Surat Telegram/2325/IX/2016 yang salinannya diterima Beritasatu.com pada Jumat (23/9) malam, posisi Kadiv Propam diisi Brigjen Idham Azis yang saat ini duduk sebagai inspektur wilayah (irwil) II Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum).
Posisi yang ditinggal Idham diisi Kapolda Riau Brigjen Supriyanto. Adapun posisi Supriyanto dijabat oleh Kapolda Maluku Utara Brigjen Zulkarnain. Riau belakangan menarik perhatian nasional. Mulai kasus kebakaran hutan, Surat Penghentian Penyidikan (SP3) kasus kebakaran hutan, beredarnya foto kongkow polisi dengan bos perusahaan kayu dan ancaman kepada wartawan media lokal.
Wakapolda Riau Kombes Suharsono juga ikut digeser ke Itwasum Polri. Dia diganti Kombes Ermi Widyatno yang sebelumnya di Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol). Selain kasus di atas, Riau juga sempat menarik perhatian saat kerusuhan di Meranti yang melibatkan anggota polisi dengan bumbu cinta segitiga. "Di Riau mutasi biasa berkaitan (status) Riau naik dari tipe B menjadi tipe A," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar Sabtu (24/9) saat ditanya apakah mutasi itu terkait masalah tertentu.
Tipe A maksudnya Riau akan dijabat kapolda berpangkat Irjen. Sementara tipe B dijabat kapolda berpangkat brigjen.
Di dalam surat ini Wakapolda Lampung Kombes Krishna Murti juga ikut diganti. Perwira Polri yang ngetop di media sosial ini memang tengah tersandung masalah dengan dua orang wanita. Dia digeser ke Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) dan digantikan Kombes Bonifasius Tampoi yang sebelumnya berdinas di Sekolah Pimpinan (Sespim) Polri.
Namun Boy membantah pergantian Krishna terkait kasus wanita. "Untuk membantu Hubinter menjadi tuan rumah sidang Interpol di Bali November yang akan datang," katanya.
Krishna memang punya banyak pengalaman internasional termasuk berdinas di markas PBB di New York.
Krsihna sendiri belum merespon saat ditanya ikwhal mutasi dirinya ini pada Jumat (23/9) malam. Namun sebelumnya dia telah membantah terlibat dalam kasus dengan dua wanita itu.
Tak hanya itu, posisi Direktur Narkoba Bali Kombes Frangky H. Parapat juga digeser ke analis madya di Bareskrim. Posisinya diserahkan kepada Kombes Muhammad Arief Ramdhani yang sebelumnya duduk sebagai analisis madya di Bareskrim.
Seperti diberitakan Franky diduga terlibat kasus pemerasan kepada tersangka kasus narkoba agar perkaranya tidak dilanjutkan. Dia juga diduga terlibat memotong dana milik satuan kerja.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




