KPA: 77 Orang Lagi di Pontianak Positif HIV

Senin, 10 Oktober 2016 | 15:33 WIB
B
JM
Penulis: BeritaSatu | Editor: JEM
Seorang aktivis menunjukkan pita merah, simbol kesadaran HIV / AIDS, saat kampanye Hari AIDS sedunia di Surabaya, Senin (1/12)
Seorang aktivis menunjukkan pita merah, simbol kesadaran HIV / AIDS, saat kampanye Hari AIDS sedunia di Surabaya, Senin (1/12) (AFP Photo/Juni Kriswanto)

Pontianak - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pontianak mencatat selama periode Januari-Juni 2016 ditemukan 77 kasus orang baru dengan HIV positif di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

"Ke-17 orang dari 77 kasus baru HIV di antaranya adalah ibu rumah tangga," kata Sekretaris umum KPA Kota Pontianak, Lusi Nuryanti di Pontianak, Senin (10/10).

Sementara pada tahun sebelumnya KPA menemukan 156 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) 50 di antaranya adalah ibu rumah tangga.

Menurut dia, saat ini penularangan HIV masuk ke ranah rumah tangga. "Jadi perogram kita tidak hanya kepada populasi kunci, sehingga pemerintah juga harus fokus ke daerah di mana lelaki beresiko tinggi berada, baik itu di lokasi pelabuhan maupun di lokasi- lokasi lainnya," ucapnya.

Menurut dia, semakin dini mengetahui penyakit HIV tersebut maka pengobatannya pun lebih murah, sehingga tidak harus menunggu harus parah dulu.

"Temuan-temuan kami di Kota Pontianak setiap tahun menurun, tapi itu tidak menutup kemungkinan karena HIV/AIDS ibarat fenomena gunung es, kalau kita tidak terus bekerja menguak dimana saja HIV ini berada, ini menjadi bom waktu, sehingga berisiko pada anak-anak," katanya.

Ia menambahkan, dengan adanya program pemerintah ibu hamil wajib tes HIV, itu merupakan satu langkah maju dalam mencegah terinfeksinya virus HIV.

"Kalaupun hasil tesnya ibu yang bersangkutan misalnya positif, maka anak yang dikandungnya bisa dicegah menjadi negatif atau tidak terinfeksi virus HIV," katanya.

Sementara saat ini, menurut dia, kebanyakan orang takut untuk melakukan tes HIV karena takut ketahuan dirinya terjangkit.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat agar mau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, jika bisa diketahui lebih awal, maka kesempatan untuk sehat semakin besar, walupun memang HIV sampai saat ini masih belum ada obatnya, karena obat hanya bersifat mempertahankan imun tubuh, agar tidak gampang sakit.

"Tapi jika minum obatnya rutin, insya Allah akan tetap sehat, obatnya juga gratis, kerahasiaannya juga dijamin," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon