Natal dan Tahun Baru, Macet dan Pangan Jadi Perhatian Pemerintah

Selasa, 29 November 2016 | 11:39 WIB
FA
B
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: B1
Menteri Perhubungan Budi Karya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Mendag Enggartiasto Lukito memberikan keterangan pers seusai membahas berbagai hal terkait Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 29 November 2016
Menteri Perhubungan Budi Karya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Mendag Enggartiasto Lukito memberikan keterangan pers seusai membahas berbagai hal terkait Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 29 November 2016 (Beritasatu.com/Farouk Arnaz)

Jakarta- Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bertemu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Mendag Enggartiasto Lukita di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/11) guna membahas berbagai hal terkait Natal dan Tahun Baru. Masalah ketersediaan pangan dan upaya mengatasi kemacetan lalu lintas menjadi perhatian pemerintah. 

Usai acara Budi mengatakan pihaknya siap melakukan pelayanan akhir tahun kepada masyarakat. Moda angkutan darat, laut, udara, akan diberdayakan untuk berkolaborasi dengan angkutan lain yang ada.

"Kami lakukan cek kendaraan, pesawat, kereta, kapal, maka kami imbau semua wilayah lakukan hal yang sama. Tempat khusus kita elaborasi lagi, tahun lalu ada Brexit, juga Merak-Bakauheni, dan beberapa tempat di Jabar, Jateng, dan Jatim," sambungnya.

Sementara itu, Enggartiasto menambahkan, bila stok ketersediaan bahan pokok pangan, khususnya beras, cukup hingga enam bulan ke depan.

"Rata-rata sampai Februari ketersediaan bahan pokok di luar beras juga siap. Mungkin yang jadi kekhawatiran adalah masalah distribusinya. Karena cuaca dan pembatasan juga kemacetan yang mungkin terjadi," tambahnya.

Jauh hari sebelum dikeluarkan aturan pembatasan truk untuk melintas oleh Kemhub, pihaknya akan mensosialisasikan kepada distributor utama agar menyiapkan diri menyalurkan barang itu sampai kepada distributor.

"Kami akan melakukan pertemuan dan juga kunjungan ke pasar besar untuk pantau langsung agar distribusi dipersiapkan jauh hari. Juga menghindari terjadinya upaya penimbunan. Kalau ada indikasi penimbunan kami akan segera koordinasi dengan kepolisian," tegasnya.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon