Lewat JAIIC, MUI Ingin Sebarkan Ajaran Islam Moderat

Selasa, 29 November 2016 | 23:03 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menggelar kegiatan International Islamic Conference (JAIIC) di Mercure Hotel, Jakarta, 29 November - 1 Desember 2016.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menggelar kegiatan International Islamic Conference (JAIIC) di Mercure Hotel, Jakarta, 29 November - 1 Desember 2016. (Istimewa)

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menggelar kegiatan International Islamic Conference (JAIIC) di Mercure Hotel, 29 November - 1 Desember 2016. Konferensi ini, dibuka secara resmi, Selasa (29/11) malam.

Ketua Panitia JAIIC, Dr Robi Nurhadi, mengatakan, JAIIC merupakan bentuk respon MUI DKI Jakarta untuk mematahkan stigma yang menyebut Islam adalah radikal. MUI, kata dia, ingin mengajak semua pihak untuk melihat Islam dari berbagai jendela.

"MUI ingin mengajarkan Islam yang rahmatan lil alamin yang dalam bahasa ilmiahnya, moderat," kata Robi.

Kegiatan JAIIC, lanjut dia, juga akan membicarakan soal medan laga dakwah yang baru yakni dunia maya, sebagai salah satu pendukung lahirnya forum dunia untuk dakwah moderat.

"JAIIC sendiri diikuti oleh peserta yang berasal dari 16 negara di luar Indonesia yang nantinya akan menyepakati inisiasi sebuah forum yang menginisiasi metode dakwah yang moderat," kata Robi.

Dalam forum ini, jelasnya, juga akan bicarakan masalah-masalah yang berkaitan dunia maya, yang jadi isu baru dan perlu dikonsolidasikan. Kata kunci dunia maya, kata Robi, adalah tindakan lokal yang berdampak global dan tanpa sekat atau batas-batas negara.

"Untuk itu jika hanya menggunakan pendekatan satu negara maka akan gagal. Menyelesaikan persoalan dunia maya ini harus dengan pendekatan banyak negara atau global," kata Dr Robi.

Dalam konferensi JAIIC, Ketua Umum MUI Pusat Dr KH Ma'ruf Amin jadi pembicara kunci. Ketua Front Pembela Islam (FPI) Dr Habib M Rizieq Shihab Lc MA dan Dr KH A Syafii Mufid juga tampil sebagai pembicara

Pembicara lain seperti Yahya Ichot dari Amerika Serikat, Jurjen Aan de Wiel (Belanda), Syaikh Sulaiman al Khatib (Suriah) dan Prof Dr Hadji Latif Sahraman (Filipina).

Para delegasi nantinya akan membedah seputar pesamaaan, perbedaan hingga tantangan dan solusi yang dihadapi Umat Islam dalam menyebarkan gagasan seputar Islam di ibukota negara masing-masing.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon