JAIIC Siapkan Prakarsa Jakarta untuk Dakwah Moderat

Rabu, 30 November 2016 | 08:14 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menggelar kegiatan International Islamic Conference (JAIIC) di Mercure Hotel, Jakarta, 29 November - 1 Desember 2016.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menggelar kegiatan International Islamic Conference (JAIIC) di Mercure Hotel, Jakarta, 29 November - 1 Desember 2016. (Istimewa)

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menggelar kegiatan International Islamic Conference (JAIIC) di Mercure Hotel, Jakarta, 29 November - 1 Desember 2016. Konferensi ini, dibuka secara resmi, Selasa (29/11) malam.

Ketua Panitia JAIIC, Dr Robi Nurhadi, mengatakan, JAIIC yang mempertemukan kalangan ulama ini, akan melahirkan sebuah kesepakatan bersama dan sebuah forum dunia antar ulama.

"Hasil yang ingin dicapai dalam JAIIC ini adalah lahirnya Prakarsa Jakarta untuk Dakwah yang moderat," kata Robi.

Prakarsa Jakarta untuk dakwah moderat ini, lanjutnya, berkaitan dengan metode dakwah yang moderat, dimana model pendekatan dakwah yang bersifat global dan berasal dari peserta JAIIC saat membedah seputar pesamaaan, perbedaan hingga tantangan dan solusi yang dihadapi umat Islam dalam menyebarkan gagasan seputar Islam di Ibu Kota negara masing-masing.

"Prakarsa Jakarta untuk Dakwah Moderat ini merupakan software. Sedangkan hardware-nya adalah Forum Dunia untuk Dakwah yang Moderat. Software inilah yang harus digulirkan," tambahnya.

Forum ini, lanjut Robi, bertujuan menjaga semangat dakwah moderat. Selain itu, sosialisasi mengenai Prakarsa Jakarta ini tidak akan terhenti di JAIIC. "Forum ini akan terus menelurkan gagasan dan gerakan baru di negara-negara yang peserta yang hadir," kata Robi.

Dalam kegiatan JAIIC, Ketua Umum MUI Pusat, Dr KH Ma'ruf Amin menjadi pembicara kunci. Ketua Front Pembela Islam (FPI) Dr Habib M Rizieq Shihab Lc MA dan Dr KH A Syafii Mufid juga tampil sebagai pembicara.

Adapun pembicara lain seperti Yahya Michot dari Amerika Serikat, Jurjen Aan de Wiel (Belanda), Syaikh Sulaiman al Khatib (Suriah) dan Prof Dr Hadji Latif Sahraman (Filipina).

Para delegasi nantinya akan membedah seputar pesamaaan, perbedaan hingga tantangan dan solusi yang dihadapi Umat Islam dalam menyebarkan gagasan seputar Islam di Ibu Kota negara masing-masing.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon