Sandiaga Siap Fasilitasi PKL Islamic Centre

Senin, 6 Maret 2017 | 21:22 WIB
CF
FH
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: FER
Cawagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno, berdialog dengan perwakilan PKL Masjid Islamic Centre di Jalan Kramat Jaya, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin, 6 Maret 2017.
Cawagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno, berdialog dengan perwakilan PKL Masjid Islamic Centre di Jalan Kramat Jaya, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin, 6 Maret 2017. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta Barus)

Jakarta - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menghadiri undangan dari Paguyuban Kerukunan Usaha Kecil Indonesia di area trotoar Masjid Islamic Centre, Kecamatan Koja, Jakarta Utara pada Senin (6/3) petang.

Dalam pertemuan dengan puluhan perwakilan pedagang PKL Islamic Centre tersebut, kalangan pedagang menyuarakan aspirasi tentang kesempatan untuk mencari nafkah di lokasi yang dahulunya merupakan lokalisasi Kramat Tunggak tersebut.

Ketua Paguyuban PKL Islamic Centre, Iwan Sanjaya, mengatakan, pihaknya berharap dapat tetap berjualan di trotoar Islamic Centre sejak Pukul 17.00 WIB hingga tengah malam.

"Sekarang ini dengan aturan yang baru, jam berjualan kami diperpendek dari jam 18.00 WIB hingga Pukul 22.00 WIB. Kami sebenarnya justru ingin diperbolehkan berjualan sejak Pukul 17.00 WIB karena di jam tersebut pembeli paling banyak," kata Iwan.

Menurutnya, 246 pedagang yang berjualan di trotoar Jalan Kramat Jaya, Kelurahan Tugu Utara itu mengalami penurunan omzet sejak peraturan tersebut diberlakukan beberapa bulan terakhir.

Menanggapi keluhan para pedagang, Sandiaga Uno berjanji akan memfasilitasi keinginan mereka dengan memberikan masukan kepada Dinas KUMKMP (Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Perdagangan) dan PD Pasar Jaya.

"Mereka ini meski pedagang kecil tapi juga menggerakkan ekonomi sektor informal di ibu kota. Kami akan carikan solusi agar omzet yang menurun itu bisa ditingkatkan, asalkan mereka berdagang dengan tertib dan lapak dagangan tidak melebihi lebar trotoar," ujar Sandiaga Uno.

Menurutnya, para PKL di lokasi tersebut harus diberikan pelatihan dan pemberdayaan untuk membuat gerobak dorong dan lapak yang tidak memakan bahu trotoar terlalu lebar.

"Lapak PKL harus mobile dan tidak boleh membuat kemacetan lalu lintas, selain itu para pembeli juga harus tertib memarkirkan kendaraannya di area parkir PD Pasar Koja Baru agar memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak," tambahnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon